Rabu, 21 September 2016

PTK BK SMP DOC BIMBINGAN KONSELING KELAS IX

PTK BK SMP BIMBINGAN KONSELING KELAS IX-Untuk melaksanakan tugas mengajarnya diwajibkan membuat penelitian tindakan kelas BK SMP untuk meningkatkan ketrampilan, sikap, dan nilai. Pendidikan yang di terapkan oleh BP/BK (Bimbingan Penyuluhan / KonselingPTK BK menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Tujuan pendidikan BP/BK (Bimbingan Penyuluhan / Konseling) adalah membantu siswa memahami ketrampilan, sikap, dan nilai. dan saling keterkaitannya.

Berkaitan dengan tugas guru terutama guru BK (Bimbingan dan Konseling) harus bisa menjalankan profesinya yaitu mengonseling siswa yang “bermasalah” maka dibutuhkan kerangka dasar materi pembelajaran berupa Contoh PTK DOC, Dimasa sekarang untuk membuat Penelitian tindakan kelas PTK Bimbingan Konseling SMP sangatlah mudah dengan mencari di internet Anda dapat mencari dan Download PTK BK SMP Lengkap.

Setelah mendownload PTK anda dapat mengeditnya sesuai dengan keingin materi yang akan anda sampaikan salah satu metode konseling adalah metode konseling behavior yang tujuannya dapat anda temukan di download PTK BK SMP IX bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/merumuskan tujuan-tujuan bimbingan konseling.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas Mata Pelajaran BK SMP yang diberi judul “Upaya Mengoptimalkan Bimbingan Konseling Untuk Mengatasi Perilaku Menyimpang Siswa Kelas Ixb Smp Negeri 3 Widodaren Kabupaten Ngawi, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan file PTK BK Kelas IX SMP lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN PTK 48 SMP).


BK SMP DOC

BAB I
PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang Masalah

Pada zaman modern seperti sekarang ini bertemulah banyak kebudayaan sebagai hasil dari makin akrabnya komunikasi daerah, nasional dan internasional. Percampuran bermacam-macam budaya itu dapat berlangsung lancar dan lembut, akan tetapi tidak jarang berproses melalui konflik personal dan sosial yang hebat. Banyak pribadi yang mengalami gangguan jiwani dan muncul konflik budaya yang ditandai dengan keresahan sosial serta ketidakrukunan kelompok-kolompok sosial. Sebagai akibat lanjut timbul ketidaksinambungan, disharmoni, ketegangan, kecemasan, ketakutan, kerusuhan sosial dan perilaku yang melanggar norma-norma hukum formal. Situasi sosial yang demikian ini mengkonsionir timbulnya banyak perilaku paotogis sosial atau sosiopatik yang menyimpang dari pola-pola umum, sebab masing-masing orang hanya menaati norma dan peraturan yang dibuat sendiri. ptk bk smp document
Sebagian besar dari mereka bertingkah laku seenak sendiri tanpa mengindahkan kepentingan orang lain, bahkan suka merampas hak-hak orang lain. Akibatnya muncullah banyak masalah sosial yang disebut dengan tingkah laku sosiopatik, deviasi sosial, disorganisasi sosial, disintegrasi sosial dan diferensiasi sosial. 
Perilaku menyimpan seperti kenakalan merupakan bagian dari masalah sosial yang seringkali muncul di berbagai daerah. Perkembangan remaja yang saat ini terjadi sangat relevan dengan perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku, sehingga seringkali pergaulan ini menyebabkan masalah sosial apabila tidak ada pengawasan yang ketat dari berbagai pihak yang terkait seperti keluarga, lingkungan, pemerintah maupun sekolah. PTK smp format Doc
Sebagai dampak dari kondisi yang semacam ini banyak orang lalu mengembangkan pola tingkah laku menyimpang dari norma-norma hukum, dengan jalan berbuat semaunya sendiri demi keuntungan sendiri dan kepentingan pribadi, kemudian mengganggu dan merugikan pihak lain. 
Tingkah laku menyimpang menurut Supartinah Sadli yang dikutip oleh Sofyan S. Willis adalah “Tingkah laku yang melanggar atau bertentangan atau menyimpang dari aturan-aturan normatif.” Dari definisi ini jelaslah bahwa asumsi  terhadap tingkah laku yang menyimpang ditentukan oleh norma-norma yang dianut oleh anak. Masyarakat adalah komunitas terakhir yang menentukan apakah anak melakukan perilaku menyimpang. Penelitian Tindakan Kelas BK SMP
Pendidikan merupakan kunci dalam membentuk kehidupan manusia ke arah peradabannya, menjadi sesuatu yang sangat strategis dalam mencapai tujuan. Sekolah dan lembaga sejenis dapat dipandang sebagai komunitas masyarakat yang memerlukan pembinaan secara optimal. Unsur-unsur yang ada di dalamnya adalah calon manusia yang mempunyai potensi untuk melanjutkan kehidupan bangsa ini. Bila mereka mendapatkan pendidikan nilai-nilai keagamaan yang tepat akan menjadi pondasi spiritual yang kuat bagi perkembangan pendidikan mereka selanjutnya. PTK BK SMP Kelas IX
Sebagai landasan yuridis menurut Undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 Bab II pasal 3, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar enjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. (Sisdiknas, 2003 : 6). PTK SMP Kelas IX Doc

Baca Juga

CONTOH PENELITIAN TINDAKAN KELAS BK BIMBINGAN KONSELING SMP

Pengembangan nilai-nilai di Taman Kanak-kanak berkaitan erat dengan pembentukan perilaku manusia, sikap, dan keyakinan. Oleh karena itu, diperlukan berbagai inovasi pengembangan yang komprehensif sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak didik. Untuk melaksanakan program pembelajaran nilai-nilai agama Islam, guru harus mempelajari berbagai pendekatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak didik, menyiapkan kurikulum, dan adanya kesinambungan antar satu program pengembangan dengan program lainnya. Judul Ptk BK SMP
Metode dan pendekatan berfungsi sebagai nilai untuk mencapai tujuan yaitu pembentukan perilaku anak yang positif. Dalam pendekatan ini, guru perlu mempertimbangkan berbagai hal seperti tujuan yang hendak dicapai, karakteristik anak, jenis kegiatan, nilai/kemampuan yang hendak dikembangkan, pola kegiatan, fasilitas/media, situasi dan tema/sub tema yang dipilih dalam setiap pembelajaran yang akan diberikan guru. 
Dalam pola pelaksanaan pendidikan tidak terlepas peran keluarga, sekolah maupun masyarakat, bahkan dari kenyataan bahwa pendidikan keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama yang kehidupan anak-anak maupun menerapkan sebagai makhluk sosial, disamping itu keluarga sangat berperan dalam pembentukan watak, tingkah laku, moral dan pendidikan kepada anak. Disamping itu keluarga juga sebagai tempat untuk belajar memahami dirinya tempat belajar tentang norma yang ada itu. Proposal PTK BK smp
Dari uraian diatas dapat dijadikan alasan bahwa pendidikan merupakan selah satu institusi yang penting sebagai pembentuk perilaku anak untuk mengembangkan perilaku anak kearah yang lebih baik. Untuk memberikan kemudahan dalam memahami uraian diatas maka tugas akhir ini di berikan judul : Upaya Mengoptimalkan Bimbingan Konseling Untuk Mengatasi Perilaku Menyimpang Siswa Kelas IXB SMP Negeri 3 Widodaren Kabupaten Ngawi. ptk bk smp pdf

B. Pembahasan Masalah 

Untuk memberikan kemudahan dalam memahami persoalan maka diberikan pembatasan persoalan yaitu : 
1. Pelaksanaan bimbingan konseling kepada siswa 
2. Metode dan cara melakukan bimbingan konseling.
3. Siswa sebagai obyek yang berperilaku menyimpang.

C. Perumusan Masalah

Dari latar belakang dan pembatasan masalah yang telah dipaparkan diatas dapat diambil rumusan permasalahan yaitu : Apakah dengan menggunakan layanan bimbingan konseling dapat mengatasi perilaku menyimpang siswa di kelas IXB di SMP Negeri 3 Widodaren Kabupaten Ngawi  ?  ptk bk smp 2014

D. Tujuan Penelitian 

Dalam suatu penelitian, pastilah ada tujuan yang hendak dicapai. Tujuan dari penelitian dalam penulisan penelitian  ini adalah : 
1. Untuk mengetahui penyimpangan perilaku siswa di kelas IXB SMP Negeri 3 Widodaren Kabupaten Ngawi  ptk bp smp
2. Untuk mengetahui efektivitas pelayanan bimbingan konseling dalam mengatasi perilaku menyimpang pada kelas IXB SMP Negeri 3 Widodaren Kabupaten Ngawi.

E. Manfaat Penelitian 

1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan sebagai : 
a. Masukan bagi guru dalam pelayanan bimbingan konseling kepada siswa. 
b. Mampu memberikan gambaran tindakan dari guru dalam memberikan bimbingan dan konseling kepada siswa 
c. Memberikan gambaran bagaimana proses pemberian bimbingan konseling pada siswa disekolah.

2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan sebagai :
a. Memberikan masukan dan saran bagi guru dan pihak sekolah dalam menerapkan metode yang tepat dalam pelayanan bimbingan konseling kepada siswa sekolah. contoh ptk bk smp
b. Referensi bagi penelitian selanjutnya yang memiliki kesamaan inti persoalannya. download gratis ptk bk smp 


PTK SMP DOC BIMBINGAN KONSELING


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Prinsip Dasar Perilaku 

Sebagian besar perilaku merupakan hasil belajar. Penerapan prinsip belajar dalam bentuk perilaku merupakan prinsip dasar perilaku. Ada tiga prinsip dasar perilaku, yaitu :
1. Perilaku yang prinsip dasar pembentukannya melalui kondisioning respon. 
Kondisioning respons dikembangkan oleh Ivan Pevlov  (1849 – 1836) yang dikenal dengan Classical Conditioning. Teori ini sering juga disebut dengan Kondisioning Klasik mengatakan bahwa perilaku dibentuk dengan melalui perkembangan pemasangan stimulus tak terkondisi dengan stimulus terkondisi. Ada emat elemen dalam sekperimen Pevlov dengan lima istilah terlibat, yaitu : 
a. Unconditioning Stimulus, yaitu stimulus penyebab yang mengakibatkan respon secara otomatis. Misalnya : makanan dimulut merupakan stimulus yang tak terkondisi untuk air liur. 
b. Unconditioning Respon, yaitu respons yang secraa otomatis disebabkan oleh respon tak terkendali. judul ptk bk smp
c. Netral stimulus adalah peristiwa, obyek, atau pengalaman yang tidak menyebabkan respon tak terkondisi sebelum conditioning dimulai. Stumulus netral harus dipasangkan dengan stimulus tak terkondisi supaya conditioning terjadi. Beberapa contoh stimulus netral adalah bunyi bel berbunyi, cahaya, suara gendang, dan sebagainya. 
d. Setelah stimulus netral dipasangkan dengan stimulus terkondisi berkali-kali menyebabkan reaksi yang sama pada respon yang tak terkendali. 
Beberapa contoh penerapan setting lain dalam penerapan tingkah laku adalah misalnya,Maya pertama kali masuk sekolah. Ibu guru menerimanya dengan senyuman dan pujian. Belum lagi dua minggu berlalu, Maya minta diantar ke sekolah lebih pagi, sambil berkata kepada ibunya, bahwa ia akan menjadi guru bila sudah besar nanti. Dalam contoh Maya inii ternyata senyum dan pujian guru dapat ditafsirkan sebagai stimulus tak terkendali. Tindakan guru ini menimbulkan perasaan yang menyenangkan pada diri Maya yan dapat ditafsirkan sebagai respon tak terkondisi. Guru dan sekolah sebelumnya itu netral yaitu stimulus terkondisi terasosiasi dengan stimulus tak terkondisi dan segera menimbulkan perasaan yang menyenangkan yang sama.  ptk bk smp document
Pada kasus lain, pada diri seorang anak yang pada hari pertama masuk sekolah, mungkin timbul perasan takut, disebabkan oleh sikap guru yang tidak ramah, disiplin dise kolah, ejekan teman-temannya. Ini semua masuk dalam stimulus tak terkondisi. Bila ingin mengubah perasaan takut, stimulus harus didahului dengan stimulus netral yang terkondisi, misalnya panitia penerimaan siswa yang ramah, atau lainnya. proposal ptk bk smp
 
2. Perilaku yang prinsip dasar penbentukannya melalui kondisioning operan.
Kondisioning operan (operant conditioning) dikembangkan pertama kali oleh Burrhus Frederic Skinner skinner membedakan antara tingkah laku responden dan tingkah laku operan. Tingkah laku responden, yaitu tingkah laku yang ditimbulkan oleh stimulus yang jelas. Misalnya : kucing berlari ke sana ke mari karena ada daging yang dilihatnya. Tingkah laku operan, yaitu tingkah laku yang ditimbulkan oleh stimulus yang belum diketahui, semata-mata ditimbulkan oleh organisme itu sendiri, belum tentu ditimbulkan oleh stimulus dari luar. Misalnya kucing berlari ke sana ke mari karena kucing lapar, bukan karena melihat daging. ptk bk smp pdf
Menurut skinner ada tiga prinsip umum dari kondisioning operan (Sri Rumini, 1993), yaitu : 
a. Setiap respon yang diikuti stimulus yang memperkuat atau reward (konsekuensi yang menyenangkan) akan cenderung diulang. 
b. Reinforcing stimulus (stimulus yang bekerja memperkuat atau reward) akan meningkatkan kecepatan (rate) terjadinya respon operan. Dengan kata lain reward akan meningkatkan diulangginya suatu respon. 
c. Dalam konditioning operan organisme berbuat aktif untuk memperoleh reward. 
Metode ini banyak digunakan di dunia pendidikan dengan tingkah laku dibagi-bagi untuk mencapai tujuan yaitu pembentukan sebuah perilaku. Misalnya membina perilaku anak dalam menggunakan sendok untuk makan. Langkah-langkahnya adalah : (1)  mengambil sendok,  (2)  memegang sendok, (3) mengenggam sendok, (4) mengangkat sendok, (5) meletakkan piring dengan sendok, (6) memegang piring dengan sendok, (7) menyendok makanan ke dalam sendok, (8) mengangkat sendok dengan piring, (9) mengangkat sendok ke atas piring, dan seterusnya. ptk bk smp 2014
Jadi jika kita ingin membentuk perilaku, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah : 
a. Melakukan analisis tingkah laku tersebut menjadi unit-unit kecil perilaku yang mendukung perilaku yang diharapkan tersebut ke dalam urutan perilaku yang linier. 
b. Hadiah-hadiah (reward) apa yang harus diberikan bila telah mencapai unit-unit tersebut. 

3. Perilaku yang prinsip dasar penbentukannya melalui modelling. 
Pembentukan perilaku melalui modelling merupakan perbaikan dari pembentukan perilaku dengan konditioning respon dan kondisioning operan. Dalam modelling perilaku tidak sekedar akibat dari stimulus dan atau penguatannya, tetapi sebenarnya dalam diri individu ada proses mental internal. Proses mental ini akan menentukan apakah perilaku tersebut akan diimitasikan untuk diinternalisasi atau tidak. Modelling disebut juga observation leaming, imitation, atau social learning (Devidoff, 1987). contoh ptk bk smp
Dasar modeling adalah Teori Belajar Sosial yang dikembangkan oleh Albert Bandura (1969). Teori ini menerima sebagian besar prinsip-prinsip teori belajar perilaku yang dibahas pada bagian diatas, tetapi memberikan lebih banyak penekanan pada efek-efek dari isyarat-isyarat perilaku,pada proses-proses mental internal. Jadi dalam teori belajar social akan menggunakan penjelasan-penjelasan penguat eksternal dan penjelasan-pejelasan kognitif internal untuk memahami bagaimana kita belajar dari orang lain. Itulah sebabnya teori belajar social sering disebut juga conditioning social kognitif. Melalui observasi tentang dunia social kita, melalui interprestasi kognitif dari dunia itu, banyak sekali informasi dan penampilan keahlian yang komplek dapat dipelajari atau ditiru.
Dalam pandangan belajar social, manusia itu tidak didorong oleh kekuatan-kekuatan dari dalam, dan juga tidak “dipukul” oleh stimulus lingkungan, tetapi fungsi psikologis diterangkan sebgaai interaksi yang kontinue dan timbale balik dari determinan-determinan pribadi dan lingkungan. 
Modeling merupakan salah satu pengaplikasian teori belajar social dalam pembentukan perilaku individu. Menurut Bandura, bahwa para penganut Skinner memberi penekanan pada efek-efek dari konsekuensi pada perilaku, dan tidak mengindahkan fenomena permodelan, yaitu meniru perilaku orang lain, dan pengalaman vicarious yaitu belajar dari keberhasilan dan kegagalan orang lain. Ia merasa bahwa sebagian besar perilaku yang dialami manusia tidakdibentuk dari  konsekuensi, melainkan manusia belajar dari suatu model. Misalnya guru oleh raga mendemontrasikan loncat tinggi, para siswa menirunya. Bandura menyebut ini bukan ”trial learning”, sebab para siswa tidak harus melalui proses pembentukan (shaping proses), tetapi dapat segera menghasilkan respon benar. download gratis ptk bk smp

PTK BK SMP KELAS IX

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN  


A. Tempat dan Waktu Penelitian 

1. Tempat 
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Widodaren Kabupaten Ngawi Kelas yang diteliti adalah kelas IXB dengan jumlah siswa 40 orang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IXB. judul ptk bk smp
2. Waktu 
Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil 2008/2009, mulai bulan Juni – Desember 2008.

B. Perencanaan Penelitian 

1. Rencana Penelitian 
Berdasarkan masalah yang diajukan dalam penelitian ini yang lebih menekankan pada masalah perbaikan proses pembelajaran dikelas maka bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dengan menggunakan 1 kali pra siklus dan 2 kali siklus. Dengan menggunakan penelitian tindakan kelas ini peneliti berharap akan mendapat informasi tentang keadaan siswa dan digunakan untuk mengetahui perilaku siswa melalui absensi siswa di kelas. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyimpangan perilaku siswa kearah negative. ptk bk smp document

2. Prosedur Penelitian 
Prosedur Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari siklus-siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahannya yang dicapai, seperti yang telah dibuat dalam faktor-faktor yang diselidiki. Untuk mengetahui permasalahan yang menyebabkan banyaknya kenakalan siswa pada siswa kelas IXB SMP Negeri 3 Widodaren. Melalui langkah-langkah tersebut akan dapat ditentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemberian bimbingan dan penyuluhan terhadap siswa kelas IXB SMP Negeri 3 Widodaren. proposal ptk bk smp
Secara rinci prosedur penelitian tindakan kelas ini dapat dijabarkan dalam uraian berikut : 
a. Tahap Perencanaan 
1) Mengumpulkan data yang diperlukan. 
2) Merencanakan penggunaan metode yang tepat untuk bimbingan terhadap siswa.  
b. Tahap Perencanaan 
1) Tahap Pelaksanaan Tindakan 
a) Guru mengamati absensi siswa di sekolah sebagai indikasi awal yang menunjukkan terjadinya penyimpangan perilaku di sekolah oleh siswa.
b) Guru memberikan bimbingan dan penyuluhan terhadap siswa 
2) Tahap Observasi 
a) Tindakan guru memonitor siswa melalui absensi di sekolah. 
b) Menilai tingkah laku siswa 
3) Tindakan Tahap Refleksi 
Mengadakan refleksi dan evaluasi dari kegiatan 1, 2, 3 berdasarkan hasil refleksi ini akan dapat diketahui kelemahan kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan oleh guru sehingga dapat digunakan untuk menentukan tindakan kelas pada siklus berikutnya
Bila hasil refleksi dan evaluasi siklus I menunjukkan adanya belum ada penurunan tingkat pelanggaran terhadap absensi maka sudah belum terjadi gejala awal kenakalan siswa pada siswa kelas I SMP Negeri 3 Widodaren Kabupaten Ngawi, maka tidak perlu dilanjutkan dengan siklus II. Namun apabila belum memperlihatkan adanya penurunan tingkat pelanggaran terhadap disiplin maka sudah terindikasi adanya kenakalan anak pada siswa kelas IXB SMP Negeri 3 Widodaren, maka dibuat siklus II yang meliputi : tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi tindakan dan tahap refleksi. Demikian juga untuk siklus II pemberian bimbingan dan penyuluhan belum ada penurunan tingkat kenakalan siswa maka siklus dilanjutkan sampai terjadi penurunan siswa yang tidak terindikasi penyimpangan perilaku kelas IXB SMP Negeri 3 Widodaren.     

C. Sumber Data 

Data atau informasi yang paling penting untuk dikumpulkan dan dikaji dalam penelitian ini sebagian besar berupa data kualitatif. Informasi tersebut akan digali dari berbagi sumber data dan  jenis data yang akan dimanfaatkan dalam penelitian ini meliputi : 
1. Sumber data utama adalah absensi siswa.
2. Arsip, daftar nilai, raport, catatan pribadi siswa 

D. Populasi dan Sampel  

a. Populasi
Keseluruhan data yang digunakan untuk penelitian dapat diartikan sebagai populasi. Jadi pada penelitian tindakan kelas ini populasi adalah siswa SMP Negeri 3 Widodaren Kabupaten Ngawi. 
b. Sampel 
Sampel adalah sebagian populasi yang digunakan untuk penelitian. Pada penelitian ini mengunakan pengambilan sempel secara porposional artinya bahwa sampel diambil dengan pada kelas yang mendekati keperluan/kejadian. Sampel yang digunakan adalah seluruh siswa di kelas IXB sebanyak 4 orang .
c. Teknik Sampling  
Teknik sampling atau teknik penentuan sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling yaitu keseluruhan populasi digunakan sebagai sampel adalah siswa kelas  kelas IX SMP Negeri 3 Widodaren Kabupaten Ngawi  yang berjumlah 40 anak.

CONTOH PTK BK SMP

DAFTAR PUSTAKA



Agus Sulistyo dan Adi Mulyono. 2004. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surakarta : Penerbit Ita.

Bambang Sujiono. 2005. Mencerdaskan Perilaku Anak Usia Dini. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.

Bambang Sujiono. 2005. Mencerdaskan Perilaku Anak Usia Dini. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.

Basuki Wibawa. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas, Dirjen PDM Direktorat Tenaga Kependidikan.

Edi Purwanta. 2005. Modifikasi Perilaku. Jakarta : Departemen Pendidikan tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi. 

Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.

Harris Clemes dan Reynold Bean. 2001. Mengajarkan Disiplin Kepada Anak. Jakarta : Mitra Utama.

Suryadi. 2006.  Kiat Jitu dalam Mendidik Anak. Jakarta : Penerbit Mahkota.



Terima kasih telah berkunjung di Asri Yulian Blog yang membahas PTK BK SMP DOC BIMBINGAN KONSELING KELAS IX. Semoga PTK BK/BP ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.