Senin, 11 Desember 2017

JASA PEMBUATAN PTK SD SMP SMA KURIKULUM 2013

JASA PEMBUATAN PTK SD SMP SMA KURIKULUM 2013-Penelitian tindakan kelas atau yang lazim disingkat PTK adalah jenis dari penelitian tindakan yang dilakukan di dalam ruang kelas. Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Jasa pembuatan ptk kurikulum 2013 Dalam Bahasa Inggris, ia bernama classroom action research. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.Jenis penelitian ini akhir-akhir ini menjadi trend yang sering dibahas di lingkungan pendidikan, terutama oleh para guru.

Kami melayani jasa pembuatan PTK SD mengulas tentang penelitian tindakan kelas dengan cara yang sesistematis mungkin. Dalam pembuatan PTK SMP dan SMA Kurikulum 2013. Kami berusaha untuk menjadi asli dengan tidak melakukan copy and paste terhadap karya orang. Yang kami lakukan adalah mengutip berbagai karya dari para ahli di bidangnya dan merangkai kutipan-kutipan tersebut menjadi karya yang kami usahakan unik dan orisinal. 

Seiring tuntutan profesi dan kebutuhan sertifikasi guru serta tenaga kependidikan, Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah wajib dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kinerja guru dan tenaga kependidikan. Namun, pekerjaan yang menumpuk dan waktu yang tidak fleksibel membuat guru tidak memiliki banyak waktu luang untuk membuat laporan tentang pembelejaran dan penelitian yang telah dilakukannya. Jasa Pembuatan PTK Kurtilas hadir untuk membantu permasalahan Anda seputar pembuatan Laporan PTK.

Cara Pesan Jasa Pembuatan PTK

Isi data di bawah ini

Kurikulum: K13/ KTSP
Mata Pelajaran:
Kelas:
Tahun Ajaran:
Semester:
Nilai KKM:
KD:
Nama Peneliti dan NIP:
Nama Kepala Sekolah dan NIP:
Nama Pustakawan dan NIP:

Nama Sekolah dan alamat lengkap:

Serta Lapirkan Data Siswa dan Kelas yang akan dibuat PTK

Tanya-Tanya Bisa WA Ke Nomor 0856 42 444 991


Senin, 06 November 2017

PTK MATEMATIKA SMP KELAS IX LENGKAP WORD

PTK MATEMATIKA SMP KELAS IX LENGKAP WORD-Penelitian PTK ini dilakukan karena  adanya permasalahan di kelas 9 SMP sebab rendahnya komunikasi matematika peserta didik pada pembelajaran matematika khususnya pada materi perbandingan bertingkat. Contoh PTK matematika ini dikarenakan sulitnya peserta didik dalam melakukan operasi pada bilangan perbandingan bertingkat dan banyaknya peserta didik yang salah dalam menerjemahkan soal download ptk kelas ix pada materi pokok tersebut. Berdasarkan PTK matematika lengkap word pengamatan juga diperoleh fakta bahwa nilai peserta didik pada tahun sebelumnya masih tergolong rendah hal ini dikarenakan kurangnya komunikasi peserta didik pada saat pembelajaran matematika. Guru  kelas IX SMP mengajar dengan metode yang monoton sehingga proses komunikasi dalam pembelajaran berjalan searah. Hal ini yang membuat komunikasi matematika peserta didik tidak terbangun. Diharapkan pembelajaran PTK dengan model problem posing akan meningkatkan komunikasi matematika peserta didik pada materi perbandingan bertingkat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Implementasi model pembelajaran problem posing pada materi pokok perbandingan bertingkat kelas IX semester I SMP tahun pelajaran 2016/2017. 2) Apakah penerapan model pembelajaran problem posing pada materi pokok perbandingan bertingkat dapat meningkatkan komunikasi matematika peserta didik kelas IX-F semester gasal SMP Negeri  ...  tahun pelajaran 2016/2017. Download ptk matematika smp kelas 9 doc

Penelitian ini dilakukan dengan mengambil subjek penelitian peserta didik kelas 9 SMP tahun pelajaran 2016/2017 sejumlah 34 peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sedangkan teknik pengambilan data ada 4 metode yaitu dokumentasi, wawancara, tes, dan observasi.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan komunikasi matematika peserta didik melalui model pembelajaran problem posing. Hal ini terbukti adanya peningkatan pada pra siklus sebesar 35% dan siklus I sebesar 48,1% menjadi 70,4% pada siklus II. Selain itu peningkatan komunikasi matematika peserta didik juga mempengaruhi pada peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IX SMP Negeri ...  dari nilai rata-rata pra siklus 50 dengan ketuntasan klasikal 41,7% menjadi 61 dengan ketuntasan klasikal 46,7% pada siklus I dan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu dengan rata-rata 78,5 dengan ketuntasan klasikalnya mencapai 83,3%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti mengambil kesimpulan bahwa pembelajaran matematika melalui model pembelajaran problem posing  dapat meningkatkan komunikasi matematika peserta didik kelas IX SMP khususnya pada materi perbandingan bertingkat.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel matematika yang diberi judul Meningkatkan Komunikasi Matematika Melalui Model Pembelajaran Problem Posing Pada Materi Pokok Perbandingan Bertingkat Kelas Ix Semester I smp Negeri  ... Tahun Pelajaran 2016/2017”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan file PTK Matematika Kelas 9 SMP lengkap dalam bentuk word dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN JUDUL PTK).

DOWNLOAD PTK MATEMATIKA SMP 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Contoh ptk matematika smp doc pembelajaran yang efektif ditandai dengan adanya proses belajar dalam diri siswa. Seseorang dikatakan telah mengalami proses belajar apabila di dalam dirinya telah terjadi perubahan, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti dan sebagainya. Dalam proses pembelajaran hasil belajar dapat dilihat secara langsung. Oleh sebab itu, agar dapat dikontrol dan berkembang secara optimal melalui proses pembelajaran di kelas, maka program pembelajaran tersebut harus dirancang oleh guru dengan memperhatikan berbagai prinsip yang telah terbukti keunggulannya secara empirik.

Menurut pengalaman beberapa guru matematika SMP komunikasi matematika yakni suatu kemampuan peserta didik dalam menyampaikan sesuatu berupa konsep, rumus, atau strategi penyelesaian suatu masalah yang dimiliki oleh peserta didik yang diketahuinya melalui peristiwa dialog atau saling hubungan yang terjadi di lingkungan kelas, yang dimiliki peserta didik kelas IX-F masih rendah. Banyak peserta didik yang masih kesulitan dalam memahami konsep-konsep dan menyampaikan ide-ide yang dimiliki dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi pokok perbandingan bertingkat. 

Hal ini ditandai dengan banyaknya peserta didik yang masih salah dalam melakukan operasi bilangan perbandingan bertingkat dan menerjemahkan soal-soal dari materi pokok tersebut, sehingga juga berpengaruh pada minimnya hasil belajar peserta didik.
Untuk mengatasi hal tersebut, penulis mengambil langkah yaitu dengan memperbaharui model pembelajaran. Model pembelajaran yang akan diuji cobakan adalah model pembelajaran problem posing (pengajuan soal/masalah).

Download ptk matematika kelas 9 pdf Model pembelajaran problem posing adalah suatu model pembelajaran yang mewajibkan peserta didik untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal (berlatih soal) secara mandiri. Bentuk lain dari problem posing, yaitu pemecahan masalah dengan melalui elaborasi yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana sehingga lebih mudah untuk dipahami. Sehingga pada prinsinya problem posing  ditunjukkan dengan adanya pola pembelajaran yang menyisipi pengetahuan agama islam serta pengajuan masalah dari peserta didik terkait pembelajaran matematika yang memiliki nilai-nilai keislaman. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mengukur dan meningkatkan kemampuann komunikasi matematika peserta didik.

B. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kesalahpahaman tentang penafsiran dari judul diatas, maka penulis menjelaskan istilah-istilah pokok yang terkandung dalam judul skripsi sebagai berikut:

1. Komunikasi Matematika
Komunikasi matematika merupakan kesanggupan/kecakapan seorang siswa untuk dapat menyatakan dan menafsirkan gagasan matematika secara lisan, tertulis, atau mendemonstrasikan apa yang ada dalam soal. Kemampuan komunikasi matematika yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematika peserta didik yang diperoleh dari hasil tes yang dilakukan pada akhir pembelajaran dan non tes dengan cara observasi.
Jadi meningkatkan komunikasi matematika peserta didik berarti meningkatnya kemampuan peserta didik dalam menyatakan dan menafsirkan ide/gagasan matematik baik secara lisan maupun tulisan.

2. Model Pembelajaran Problem Posing 
Menurut Trianto, model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum dan lain-lain.
Problem posing merupakan model pembelajaran yang mengharuskan siswa menyusun pertanyaan sendiri atau memecah suatu soal menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lebih sederhana yang mengacu pada penyelesaian soal tersebut yang dimaksud disini adalah pola pengajaran yang dilakukan dengan pemberian nilai-nilai keislaman pada setiap pembelajaran baik berupa materi maupun pada contoh soal.  Selain itu nuansa Islami akan terlihat pada metode pembelajaran yang dilaksanakan.

Berdasarkan uraian diatas, maka arti keseluruhan dari meningkatkan komunikasi matematika melalui model pembelajaran problem posing  adalah suatu penelitian dengan penerapan model pembelajaran problem posing  yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika peserta didik pada materi pokok perbandingan bertingkat kelas IX di SMP  tahun pelajaran 2016/2017.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut diatas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan, antara lain:
1. Bagaimana implementasi model pembelajaran problem posing  pada materi pokok perbandingan bertingkat kelas IX tahun pelajaran 2016/2017?
2. Apakah model pembelajaran problem posing  pada materi pokok perbandingan bertingkat dapat meningkatkan komunikasi matematika peserta didik kelas IX tahun pelajaran 2016/2017?

D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:
1. Implementasi model pembelajaran problem posing  pada materi pokok perbandingan bertingkat kelas IX-F semester gasal SMP Negeri  ...  tahun pelajaran 2016/2017.
2. Penerapan model pembelajaran problem posing  pada materi pokok perbandingan bertingkat dalam meningkatkan komunikasi matematika peserta didik kelas IX-F semester gasal SMP   tahun pelajaran 2016/2017.
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa manfaat, antara lain:
1. Bagi Guru
a. Memberikan gambaran bagaimana cara mengajarkan materi perbandingan bertingkat dengan menggunakan model pembelajaran problem posing.
b. Memberikan inspirasi dan motivasi untuk menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dalam setiap proses pembelajaran.
2. Bagi Peserta Didik
a. Menumbuhkan kemampuan mengeluarkan ide dan kemampuan berkomunikasi peserta didik dalam memecahkan suatu masalah.
b. Menumbuhkan hubungan antar pribadi di antara peserta didik yang berasal dari latar belakang berbeda.
c. Melatih peserta didik untuk lebih berani mengungkapkan ide dan mengajukan pertanyaan.

3. Bagi Sekolah
a. Meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sehingga dapat meningkatkan komunikasi matematika dan hasil belajar peserta didik khususnya dalam mata pelajaran matematika.
b. Dengan meningkatnya hasil belajar peserta didik, dapat menjadi acuan bagi sekolah dalam menentukan arah kebijakan untuk kemajuan sekolah.
c. Sekolah menjadi objek dalam penelitian tindakan kelas (PTK) akan memperoleh hasil pengembangan ilmu.
4. Bagi Peneliti
a. Mendapat pengalaman langsung melaksanakan model pembelajaran problem posing  untuk mata pelajaran matematika di SMP . 
b. Sebagai bekal peneliti sebagai guru matematika yang profesional agar selalu siap melaksanakan tugas di lapangan.

CONTOH JUDUL PTK MATEMATIKA SMP KELAS IX

BAB II
LANDASAN TEORI


A. Kajian Teori
1. Pembelajaran Matematika
a. Pengertian pembelajaran
Judul ptk matematika smp pdf. Menurut Amin Suyitno, pembelajaran adalah upaya menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan peserta didik serta antara peserta didik dengan peserta didik.1 Pengertian ini mengisyaratkan bahwa pembelajaran merupakan proses yang sengaja direncanakan dan dirancang sedemikian rupa dalam rangka memberikan bantuan bagi terjadinya proses belajar. Komponen yang harus ada demi terciptanya sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar adalah tujuan, materi/bahan ajar, metode dan media, evaluasi, didik/peserta didik, dan adanya pendidik/guru.

b. Faktor- faktor yang mempengaruhi pembelajaran
Hasil belajar akan dipengaruhi oleh banyak faktor, secara garis besar faktor yang mempengaruhi pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu faktor intern dan ekstern. 

1) Faktor intern
Faktor intern adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik. Faktor intern dikelompokkan menjadi faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kelelahan.
a) Faktor jasmaniah meliputi faktor kesehatan dan cacat tubuh.
b) Faktor psikologi meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan.
c) Faktor kelelahan yaitu kelelahan jasmani dan rohani. Kelelahan jasmani seperti lemah lunglai, sedangkan kelelahan rohani seperti adanya kelesuan dan kebosanan.

2) Faktor ekstern
Faktor ekstern dikelompokkan menjadi tiga, yaitu faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.
a) Faktor keluarga
Peserta didik akan menerima pengaruh dari keluarga berupa cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah tangga, dan keadaan ekonomi keluarga.
b) Faktor sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dan peserta didik, relasi peserta didik dengan peserta didik, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pengajaran, kualitas pengajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah.
c) Faktor masyarakat
Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap belajar peserta didik. Pengaruh itu terjadi terkait dengan keberadaan peserta didik dengan masyarakat.

c. Pembelajaran Matematika
Menurut Lester D. Crow dan Alice Crow ”Learning is acquisitation of habits, knowledge, and attitude it involves new ways of doing things, and it operates in an individual’s attempts to over come obstacles or to udjust to new situations” 3 artinya belajar adalah hasil yang dicapai dari kebiasaan, pengetahuan, sikap. Ini mencakup cara baru dalam melakukan sesuatu dan mengoperasikannya atau menguasahakannya didalam usaha seseorang untuk mengatasi hambatan atau menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru.

Pembelajaran matematika berdasarkan pada definisi pembelajaran yang dikemukakan Suyitno adalah proses atau kegiatan guru mata pelajaran matematika dengan mengajarkan matematika kepada peserta didik yang di dalamnya terkandung upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan kebutuhan peserta didik tentang matematika yang amat beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan peserta didik serta antara peserta didik dengan peserta didik lainnya dalam mempelajari matematika.

d. Teori Pembelajaran Matematika
Teori yang mendukung tujuan pembelajaran matematika diatas adalah teori Ausubel, teori Jean Piaget dan teori Vygotsky, yang mengkaji tentang karakteristik pelaksanaan pembelajaran matematika, yaitu:
1) Teori Ausubel
Inti teori ini adalah mengemukakan pentingnya pembelajaran bermakna. Teori ini mengatakan bahwa proses belajar terjadi jika seseorang mampu mengasimilasikan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan pengetahuan baru.5 Hal ini menunjukkan bahwa belajar bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang

Mengemukakan belajar bermakna dalam mengajar matematika sangat penting karena dengan kebermaknaan itu pembelajaran akan lebih menarik, lebih bermanfaat dan lebih menantang. penelitian tindakan kelas matematika smp doc Dengan demikian konsep dan prosedur matematika akan lebih mudah dipahami dan lebih tahan lama diingat oleh peserta didik.
Relevansinya dalam penelitian ini terdapat pada pemberian materi perbandingan bertingkat yang sangat berkaitan dengan materi sebelumnya.
Sebelum peserta didik diberi materi perbandingan bertingkat terlebih dahulu diberikan apersepsi terhadap materi bilangan bulat. Selanjutnya pada pembelajaran operasi bilangan perbandingan bertingkat juga harus diberikan secara bertahap sehingga komunikasi matematika peserta didik terbangun secara terstruktur.

2) Teori Jean Piaget
Teori Jean Piaget memandang perkembangan kognitif sebagai suatu proses dimana anak secara aktif membangun system makna dan pemahaman realitas melalui pengalaman-pengalaman dan interaksi-interaksi mereka. Pengetahuan datang dari tindakan. Piaget yakin bahwa pengalaman fisik dan manipulasi lingkungan sangat penting bagi terjadinya perubahan perkembangan. Dan interaksi sosial dengan teman sebaya, khususnya berargumentasi dan berdiskusi membantu memperjelas pemikiran yang pada akhirnya memuat pemikiran lebih logis. Relevansinya dalam penelitian ini muncul pada pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan dengan adanya komunikasi dan interaksi dalam belajar kelompok. Peserta didik yang pandai bisa mengajari peserta didik yang kurang pandai sehingga kemampuan para peserta didik bisa merata.

2. Model Pembelajaran Problem Posing
a. Tinjauan Umum Model Pembelajaran Problem Posing
Model pembelajaran pengajuan soal (Problem Posing) dikembangkan oleh Lyn. D. English tahun 1997. Pada prinsipnya model pembelajaran problem posing adalah suatu model pembelajaran yang mewajibkan peserta didik untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal (berlatih soal) secara mandiri.
Menurut Brown dan Walter dalam Kadir pada tahun 1989 untuk pertama kalinya istilah problem posing diakui secara resmi oleh National Council of Teacher of Mathematics (NCTM) sebagai bagian dari national program for re-direction of mathematics education (reformasi pendidikan matematika). Selanjutnya istilah ini dipopulerkan dalam berbagai media seperti buku teks, jurnal serta menjadi saran yang konstruktif dan mutakhir dalam pembelajaran matematika.

Problem posing merupakan model pembelajaran yang mengharuskan siswa menyusun pertanyaan sendiri atau memecah suatu soal menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lebih sederhana yang mengacu pada penyelesaian soal tersebut. Dalam pembelajaran matematika, problem posing (pengajuan soal) menempati posisi yang strategis. Siswa harus menguasai materi dan urutan penyelesaian soa secara mendetil. Hal tersebut akan dicapai jika siswa memperkaya khazanah pengetahuannya tak hanya dari guru melainkan perlu belajar secara mandiri. Download ptk matematika smp kelas 9 doc
Dari beberapa pengertian di atas, model pembelajaran problem posing merupakan suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran melalui pembentukan soal atau pengajuan soal melalui kegiatan kognitif untuk melatih peserta didik berfikir matematika dengan cara membuat soal tidak jauh beda dengan soal yang diberikan oleh guru ataupun dari situasi dan pengalaman peserta didik itu sendiri.

b. Karakteristik Model Pembelajaran Pengajuan Soal (Problem Posing) 
Model pembelajaran problem posing  memiliki karakteristik yang lebih khusus yaitu keterlibatan peserta didik secara intelektual dan emosional, sehingga peserta didik terlatih belajar secara mandiri, aktif, dan kreatif. Disamping itu peserta didik juga dilatih untuk menemukan dan menyajikan sesuatu yang baru yang terkait dengan nilai-nilai yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui pembelajaran problem posing. Hal itu akan menjadikan suasana belajar matematika terasa lebih.

3. Komunikasi Matematika
Komunikasi pada dasarnya suatu konsep yang multimakna. Makna komunikasi pada dasarnya dapat dibedakan bedasarkan; pertama, sebagai proses sosial, kedua, sebagai peristiwa, ketiga, sebagai ilmu dan ke empat sebagai kiat atau keterampilan. Komunikasi secara umum dapat diartikan sebagai suatu cara untuk menyampaikan suatu pesan dari pembawa pesan ke penerima pesan untuk memberitahu, pendapat, atau perilaku baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media. Di dalam berkomunikasi tersebut harus dipikirkan bagaimana caranya agar pesan yang disampaikan seseorang itu dapat dipahami oleh orang lain.

Di dalam proses pembelajaran matematika di kelas, komunikasi gagasan matematika bisa berlangsung antara guru dengan siswa, antara buku dengan siswa, dan antara siswa dengan siswa. Setiap kali mengkomunikasikan gagasan-gagasan matematika, harus menyajikan gagasan tersebut dengan suatu cara tertentu. Ini merupakan hal yang sangat penting, sebab bila tidak demikian, komunikasi tersebut tidak akan berlangsung efektif. Gagasan tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan orang yang diajak berkomunikasi dan harus mampu menyesuaikan dengan sistem representasi yang digunakan. Tanpa itu, komunikasi hanya akan berlangsung dari satu arah dan tidak mencapai sasaran.

Kemampuan komunikasi matematika siswa dapat dilihat dari kemampuan berikut :
a. Menghubungkan benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam ide matematika.
b. Menjelaskan ide, situasi, dan relasi matematik, secara lisan dan tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar.
c. Menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika.
d. Mendengarkan, berdiskusi, dan menulis tentang matematika.
e. Membaca dengan pemahaman suatu presentasi matematika tertulis.
f. Membuat konjektur, menyusun argumen, merumuskan definisi dan
generalisasi.
g. Menjelaskan dan membuat pertanyaan matematika yang telah dipelajari.

Sedangkan indikator komunikasi matematika menurut National Council of Teacher of Mathematics (NCTM, 1989 : 214) antara lain:
a. Kemampuan mengekspresikan ide-ide matematis melalui lisan, tulisan, dan mendemonstrasikannya serta menggambarkannya secara visual.
b. Kemampuan memahami, menginterpretasikan dan mengevaluasi ide-ide matematis baik secara lisan, tulisan, maupun dalam bentuk visual lainnya.
c. Kemampuan dalam menggunakan istilah-istilah, notasi-notasi matematika dan struktur-strukturnya untuk menyajikan ide-ide, menggambarkan hubungan-hubungan dengan model-model situasi. 
Adapun aspek-aspek komunikasi matematika dalam pembelajaran harus dapat membantu peserta didik mengkomunikasikan ide matematika melalui lima aspek komunikasi yaitu representing (representasi), listening
(mendengar), reading (membaca), discussing (diskusi) dan writing (menulis)

Jadi komunikasi matematika merupakan suatu kemampuan peserta didik dalam menyampaikan gagasan atau ide terkait matematika dari suatu konsep tertentu menjadi gagasan yang lebih mudah dan sederhana. Hal ini bisa terlihat bagaimana peserta didik menghubungkan benda atau kejadian nyata dalam bahasa matematika. Contoh ptk matematika smp doc Selain itu juga bisa terlihat dari kemampuan peserta didik dalam menerapkan atau menguraikan rumus tertentu menjadi bagian yang lebih sederhana.

4. Perbandingan Bertingkat 
   1. Pengertian perbandingan bertingkat
Perbandingan bertingkat dalam kehidupan nyata digunakan dalam berbelanja. Contoh memberi barang dengan diskon yang berulang yaitu misalnya membeli suatu barang dengan diskon 50% dan jika membeli lebih dari 3 barang maka mendapat diskon tambaha 30%.

Perbandingan bertingkat adalah membandingkan dua hal pasti akan mendapatkan hasil yang satu lebih tinggi, lebih besar, lebih cepat, atau lebih dari yang lain. Perbandingan bertingkat artinya perbandingan dengan tingkatan yang jumlahnya bisa lebih dari 2. 

b. Perbandingan bertingkat berhubungan dengan persentasi
Perbandingan bertingkat selalu berhubungan dengan penyelesaian secara persentasi dimana untuk menjawab soal-soal dikehidupan sehari-hari. 

B. Kerangka Berfikir
Belajar adalah proses bagi peserta didik dalam membangun gagasan atau pemahaman sendiri. Maka kegiatan pembelajaran seharusnya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan proses belajarnya secara mudah, lancar dan termotivasi. Oleh karena itu, suasana belajar yang diciptakan guru seharusnya melibatkan peserta didik secara aktif misalnya mengamati, meneliti, bertanya dan mempertanyakan, menjelaskan dan memberi contoh.
Selain itu, pemilihan model dan metode yang tepat serta peran aktif peserta didik dalam pembelajaran akan lebih membantu peserta didik dalam memahami materi. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran sehingga dapat mewujudkan proses pembelajaran yang lebih efektif.

Selain hal diatas, pemilihan model ini dirasa sangat tepat karena melihat kelebihan-kelebihan model pembelajaran tersebut dan faktor-faktor yang ada dalam sekolah yang akan dilakukan penelitian yakni:
1. Setiap peserta didik menjadi siap semua, karena telah belajar di rumah terlebih dahulu.
2. Peserta didik tidak hanya menerima materi dari guru, tetapi peserta didik berusaha juga menyampaikan ide-idenya sesuai dengan materi yang disampaikan yakni perbandingan bertingkat.
3. Dapat melakukan diskusi dan bekerjasama dengan kelompoknya secara sungguh-sungguh.
4. Peserta didik yang pandai dapat mengajari peserta didik yang kurang pandai.
5. Peserta didik akan lebih mengingat materi yang disampaikan karena mereka dituntut untuk mengajukan permasalahan atau soal.


Pemilihan model pembelajaran ini dirasa juga sesuai dengan teori belajarnya Jean Piaget yang berpendapat bahwa perkembangan kognitif sebagai suatu proses dimana anak secara aktif membangun system makna dan pemahaman realitas melalui pengalaman-pengalaman dan interaksi-interaksi mereka. Selain itu pemilihan model pembelajaran ini juga sesuai teori belajar yang dikemukakan oleh Comb. Teori ini mengemukakan apa bila ingin merubah perilaku seseorang maka harus membuka keyakinan atau pandangannya. Secara umum ahli humanisme mengemukakan bahwa belajar diperlukan dua hal yaitu pemerolehan informasi baru dan personalisasi informasi tersebut pada individu.

C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan masalah dan kajian pustaka diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: “Penerapan model pembelajaran problem posing pada materi pokok perbandingan bertingkat dapat meningkatkan komunikasi matematika peserta didik kelas IX-F semester gasal SMP Negeri  ...  tahun pelajaran 2016/2017”.

CONTOH  PTK MATEMATIKA SMP TERBARU

BAB III
METODE PENELITIAN


A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan Classroom Action Research (CAR). Kegiatan penelitian inni bertujuan untuk melakukan suatu pendekatan terhadap proses pendidikan dan menganggapnya sebagai suatu kesatuan pelatihan yang memandang seorang guru sebagai hakim terbaik terhadap keseluruhan pengalaman pembelajaran ptk matematika kelas 9 terbaru  Dalam penelitian tindakan kelas ini dapat diartikan sebagai proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut.

Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kolaboratif, yaitu guru bersama peneliti berkolaborasi dalam melakukan penelitian tindakan kelas ini. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan peserta didik SMP Sedangkan data yang diambil dalam penelitian ini adalah data kuantitatif (nilai tes hasil belajar) dan data kualitatif (lembar observasi peserta didik dan observasi guru)

B. Materi Penelitian
Materi pada penelitian ini adalah materi perbandingan bertingkat kelas IX-F semester gasal. Berikut ini adalah ruang lingkup materi perbandingan bertingkat yang terangkum dalam SK, KD dan Indikator berikut:
C. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas IX Tahun Pelajaran 2016-2017.
2. Waktu penelitian
Untuk waktu penelitian adalah bulan Oktober dari tanggal ... sampai tanggal ... Oktober 2016. Untuk lebih jelasnya ada pada jadwal penelitian sebagai berikut:
Tabel 1
Jadwal Penelitian Tindakan Kelas

DOWNLOAD PTK MATEMATIKA SMP LENGKAP WORD

DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineke Cipta, 2006, Cet. 13.
Aunurrohman, Belajar dan Pembelajaran, Bandung: Alfabeta. 2009 Budiningsih, Asri, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
Dimyati dan Mujiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta, 1999, Cet.I.
Djamarah,Syaiful Bahri, Guru Dan Anak Didik dalam Interaktif Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis, Jakarta: Rineka Cipta, 2005, Cet. III.
E.Mulyasa, Praktik Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2015 , Cet. III.
Iskandar, Kasir, Matematika Dasar, Jakarta: Erlangga. 1987
Kusumah, Wijaya dan Dedi Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: PT Indeks, 2015, Cet. II.
Masykur, Moch. dan Abdul Halim Fathoni ,Mathematical Intelegent, cara cerdas melatih otak dan menanggulangi kesulitan belajar, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2008, Cet.II.
Mufidah, Hana, Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing dengan Memanfaatkan Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (Skripsi) Semarang : Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo. 2009.
Mustaqim. Psikologi Pendidikan, Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo 2009.
Naim, Ngainun, Dasar-dasar Komunikasi Pendidikan, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2016.
Nugroho, Ervan Adi, Pengaruh Multimedia (CD Pembelajaran dan Lembar Kegiatan Peserta Didik) untuk Meningkatan Hasil Belajar Matematika
Materi Pokok Dimensi Tiga pada Peserta Didik Kelas X SMA 1 Boja Tahun Pelajaran 2008/2009 (Skripsi), Semarang: UNNES, 2009.
Nurratri, Widya, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI. MTs Filial Al Iman Adiwerna Tegal Pada Pokok Bahasan Aritmatika Sosial Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Within solution Posing Dalam Kelompok Kecil, Semarang: UNNES, 2006.
Saminanto, Ayo Praktik PTK , Semarang: Rasail, 2015.
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
Sudjana, Metoda Statistika, Bandung: Tarsito, 2005.
Suyadi, Panduan Penelitian Tindakan Kelas (Buku Panduan Wajib Bagi Para Pendidik), Jogjakarta: Diva Press, 2015, Cet. I.
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif (Konsep, Landasan dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)), Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009, Cet. II.
Hamzah, Hakikat Anak Menurut Pandangan Teori Belajar Konstruktivisme, http://mimilers.blo gs pot.com/20 1 0/03/teori-belajar-konstruktivistik.html diakses pada 30 Oktober 2016, jam 10.00 WIB
Herdian, Model Pembelajaran Problem Posing. http://herdy07.wordpress.com /2009/04/1 9/model-pembelajaran-problem-posing/ diakses pada 5 September 2016 jam 21.30 WIB
Kartini, Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Melalui Strategi
Think, Talk, Write (TTW). http://kartiniokey.blogspot.com/2015/05/
meningkatkan-kemampuan-komunikasi. html. di akses 5 Septembe 2016.
jam 21.30 WIB
Muhfida, Pengertian Pendekatan Problem Posing. http://muhfida.com/ pengertian - pendekatan -problem-posing/ diakses pada 5 September 2016 jam 21.30 WIB
http://www.sekolahdasar.net/2016 /08/model-pembelajaran-problem-possing.html diakses pada 5 September 2016 jam 21.30 WIB


Terima kasih telah berkunjung di blog kami yang membahas ptk matematika smp kelas ix lengkap word. Semoga PTK matematika ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.

Rabu, 01 November 2017

CONTOH LENGKAP PTK PAI KELAS VIII SMP

CONTOH LENGKAP PTK PAI KELAS VIII SMP-Menghadapi kondisi moral siswa yang semakin memprihatinkan seperti sekarang banyak kasus pemerkosaan yang dilakukan anak pada usia sekolah kami tertarik untuk memberikan contoh (PTK) penelitian tindakan kelas PAI SMP/MTs untuk menemukan suatu cara atau teknik pembelajaran yang didukung oleh media pembelajaran sehingga siswa kelas VIII  SMP dapat terlibat secara aktif dan dapat meningkatkan hasil nilai pendidikan agama islam yang memuaskan.

Pendidikan Agama Islam (PAI)  merupakan mata pelajaran pokok yang tidak hanya mengantarkan peserta didik untuk dapat menguasai  berbagai kajian keislaman. Di dalam pembelajaran guru dituntut mampu mebuat penelitian tindakan kelas PAI SMP kelas 8 Saat ini banyak siswa yang menyukai belajar PAI. Pendidikan PAI dibutuhkan untuk mejaga moral siswa. Contoh Lengkap PTK PAI Kelas VIII SMP dan MTs anda dapat membuat materi pembelajaran kepada siswa secara terperinci.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas Mapel Agama Islam SMP/MTs yang diberi judul “Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Pai Pada Materi Macam-Macam Sujud Melalui Strategi Pembelajaran Berbasis Paikem Tipe Everyone Is A Teacher Here”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK Agama Islam Kelas 8 SMP lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN PTK JUDUL PTK SMP).


jasa pengerjaan PTK Kurtilas


PTK PAI KELAS VIII SMP dan MTS

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ptk pendidikan agama islam smp : (1) Bagaimana upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI pada materi macam-macam sujud (sujud sahwi, sujud syukur, dan sujud tilawah) melalui skripsi ptk pai smp model pembelajaran Everyone Is A Teacher Here (2) Bagaimana efektifitas strategi pembelajaran berbasis PAIKEM tipe Everyone Is A Teacher Here dan peningkatan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI kelas VIII 2 di SMP xxx.

Penelitian ini menggunakan studi tindakan (action research) pada peserta didik kelas VIII 2 SMP xxx. Dari hasil observasi secara langsung di kelas VIII 2 melalui pra siklus penelitian tindakan kelas MTS kelas 8 tindakan dapat diketahui metode yang digunakan oleh guru bidang studi mata pelajaran PAI yang belum secara penuh mengedepankan pembelajaran aktif dan cenderung terjadi komunikasi satu arah artinya peserta didik cenderung pasif dalam PTK PAI MTs pembelajaran hal ini dapat dilihat dari kesiapan dan keaktifan pada saat pembelajaran berlangsung, hal ini juga tampak dengan adanya hasil belajar contoh download PTK PAI SMP yang belum maksimal artinya belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Kesiapan dalam ptk pai kelas VIII pembelajaran dan keaktifan peserta didik menggambarkan semangat untuk mengikuti pembelajaran. Obyek penelitian ini adalah di kelas VIII 2 SMP Negeri xxx. PTK word pai Dalam penelitian ini peneleti menggunakan satu kelas untuk menerapkan strategi pembelajaran berbasis PAIKEM tipe everyone is a teacher here yaitu kelas VIII 2 yang jumlahnya ada 25 peserta didik.

Setelah Jual CD PTK dilaksanakan tindakan melalui strategi pembelajaran berbasis PAIKEM tipe everyone is a teacher here dengan menciptakan contoh penelitian tindakan kelas suasana pembelajaran aktif maka suasana kelas menjadi hidup, peserta didik menjadi semangat belajar dan hasil belajar maksimal. Penelitian ini dilaksanakan dalam kelas VIII/8 SMP tiga tahap yaitu tahap pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Pada tahap pra siklus motivasi belajar peserta didik mempunyai prosentase 58,57 % dan rata-rata tes akhir 64. Pada siklus 1 setelah dilaksanakan tindakan motivasi belajar peserta didik meningkat menjadi 68,57 % dan rata-rata tes akhir 74. Sedangkan pada siklus 2 setelah diadakan evaluasi pelaksanaan tindakan pada siklus 2 motivasi belajar mengalami peningkatan Download PTK lengkap yaitu motivasi belajar peserta didik dapat diprosentasekan menjadi 80,00 % dan rata-rata tes akhir peserta didik adalah 79.

Hasil penelitian PTK PAI SMP yang dilakukan oleh peneliti membuktikan bahwa ada peningkatan motivasi belajar yang memiliki dampak pada hasil belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran PAI melalui strategi pembelajaran berbasis PAIKEM tipe everyone is a teacher here. Motivasi ini dapat dilihat dari keaktifan dan kesiapan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Pembelajaran berlangsung dengan semangat belajar yang tinggi dari peserta didik sehingga pembelajaran bisa berjalan dengan efektif.

Download PTK PAI SMP Lengkap UKG

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah suatu proses untuk mendewasakan manusia. atau dengan kata lain pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakan manusia. Download lengkap PTK Dalam mendewasakan manusia ini tentunya melalui beberapa proses dalam pembelajaran. Proses pembelajaran tidak hanya membutuhkan waktu yang singkat tetapi melalui beberapa tahapan. contoh laporan PTK Dalam proses pembelajaran tersebut dapat mengubah manusia dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak baik menjadi baik.

Di dalam undang-undang SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003 pasal 3 disebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan bertambahnya potensi peserta didik agar PTK pai lengkap kelas VIII menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri contoh ptk smp dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Tercapainya tujuan pendidikan nasional tersebut, ptk pai kelas VIII tidak terlepas dalam memahami makna pendidikan itu sendiri. Sehingga dalam proses pembelajaran, seorang pendidik senantiasa mempunyai peranan penting dalam keberhasilan pendidikan, contoh skripsi ptk kelas 8 Mts dalam mengembangkan potensi peserta didik. Tujuan mengembangkan potensi peserta didik dapat dilakukan melalui proses pendidikan, yaitu melalui sekolah maupun madrasah. Sekolah merupakan judul PTK PAI SMP lembaga yang menjalankan proses pendidikan memberi pengajaran kepada peserta didik.

Di sekolah umum, Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan satu bidang studi atau unsur pokok keimanan, ibadah, Al-Qur’an, akhlak, muamalah, syari’ah dan tarikh dengan satu silabi. Sedangkan di sekolah berciri khas Islam, Pendidikan Agama Islam merupakan satu kelompok bidang studi terdiri dari Al-Qur’an-Hadits, Fiqih, Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab yang masing-masing bidang studi memiliki silabi tersendiri.

Sedangkan tujuan umum PAI adalah meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. ptk pai smp pdf.

Belajar mengajar adalah suatu contoh ptk pai word kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan peserta didik. Belajar dan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang tidak terlepas dari kehidupan manusia. download ptk pendidikan agama islam Dengan belajar manusia dapat mengembangkan potensi­potensi yang dimilikinya sejak lahir. Aktualisasi potensi ini sangat berguna bagi manusia untuk dapat menyesuaikan diri demi pemenuhan kebutuhannya. tema pembuatan PtK Kebutuhan manusia makin lama makin bertambah, baik kuantitas maupun kualitasnya. Tanpa belajar manusia tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Jasa edit PTK PAI VIII terbaru Dari ayat di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Islam memerintahkan supaya belajar, karena belajar adalah kewajiban utama bagi setiap insan baik laki-laki maupun perempuan dan merupakan sarana peningkatan terbaik untuk mencerdaskan umat manusia.

Belajar, sebagaimana dikatakan Gordon Dryden dan Jean Nerevos, bahwa setiap orang memiliki gaya belajar individual yang berbeda satu sama lain. Sebagian orang belajar dengan baik secara berkelompok, sebagian yang lain suka belajar sambil duduk di kursi sedang yang lain senang belajar sambil berbaring atau lesehan di karpet atau tikar. Ptk PAI kurikulum 2013 Demikian juga sebagian orang lebih mudah belajar melalui melihat langsung gambar dan diagram. Inilah yang disebut cara belajar visual. Sebagian yang lain lebih suka mendengarkan. Inilah model belajar audio tutorial. Sebagian lagi lebih senang belajar dengan cara menggunakan indra perasa atau menggerakkan tubuh. Inilah gaya belajar yang disebut haprik/kinesthetic. Beberapa orang juga lebih senang baca teks tercetak (membaca buku) dan yang lain mungkin lebih suka berkelompok yang saling berinteraksi.

Menurut Rita Dunn, penelitian tindakan kelas smp seorang pelopor di bidang gaya belajar, sebagaimana dikutip oleh Bobbi de Porter dan Mike Henarcki menemukan, bahwa banyak variabel yang mempengaruhi cara belajar orang. Ini mencakup faktor-faktor fisik, emosional, sosiologis dan lingkungan. Sebagian orang misalnya, dapat belajar dengan baik dengan cahaya yang terang, sedang sebagian yang lain dengan pencahayaan yang suram. ptk kelas 8 smp pai Ada orang yang belajar paling baik secara berkelompok, sedang yang lain lagi memilih adanya figur otoriter seperti orang tua atau guru, yang lain lagi merasa bahwa bekerja sendirilah yang paling efektif bagi mereka. Sebagian orang memerlukan musik sebagai latar belakang, sedang yang lain tidak dapat berkonsentrasi kecuali dalam ruangan sepi. Ada orang yang memerlukan lingkungan kerja yang teratur rapi tetapi yang lain lagi lebih suka menggelar segala sesuatunya supaya semua dapat terlihat.

Dari berbagai macam perbedaan pola belajar tersebut pada dasarnya untuk memperoleh hasil prestasi yang baik dan untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan download contoh ptk. Sebagai suatu hasil dari proses, prestasi yang baik dipengaruhi oleh banyak faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Sedangkan untuk keberhasilan pendidikan, harus diarahkan indikatornya kepada perubahan kualitas perilaku peserta didik, misalnya perilaku berfikir, perilaku sosial, perilaku pribadi, perilaku menanggapi dan menyelesaikan masalah, perilaku menyikapi keadaan, perilaku kemandirian peserta didik dan lain-lain.

Sebagai peserta didik yang mempunyai kewajiban belajar tentunya ia akan belajar dengan sungguh-sungguh agar hasil yang dicapainya sesuai dengan harapannya yaitu memperoleh hasil belajar yang baik. Tentu saja untuk mencapai hasil yang optimal yaitu dengan usaha mempelajari serta Pendidikan PAI Islam (PAI). Usaha tersebut merupakan indikator dari adanya motivasi.

Motivasi merupakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi­kondisi itu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu. Motivasi itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar tetapi motivasi itu adalah tumbuh di dalam diri seseorang.

Dalam belajar sangat diperlukan adanya motivasi “motivation is an essential condition of learning”. Hasil belajar akan menjadi optimal, kalau ada motivasi, makin tepat motivasi yang diberikan akan berhasil pula pelajaran itu. Jadi tidak atau kurang berhasilnya peserta didik dalam belajar bukan hanya disebabkan karena ketidakmampuannya. Tetapi tidak adanya motivasi belajar yang merupakan salah satu penyebabnya. Boleh jadi peserta didik yang mempunyai intelegensi tinggi gagal dalam mengikuti proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) karena kehilangan atau tidak mempunyai motivasi belajar.

Kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran, dan guru hanya sebagai fasilitator. Artinya selama proses pembelajaran, guru berfungsi sebagai penyedia atau pembimbing untuk mempermudah kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dengan begitu, materi PAI yang dipelajari peserta didik bukan sesuatu yang dicekokkan, tetapi sesuatu yang dicari, dipahami kemudian dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini tidak akan terwujud tanpa adanya belajar yang sungguh-sungguh serta motivasi belajar yang tinggi.

Belajar adalah tugas utama bagi seorang peserta didik. Tugas ini harus dilaksanakan dengan penuh semangat dan segenap daya upaya agar dapat meraih kesuksesan yang diharapkan. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah peserta didik harus memiliki pola atau cara belajar yang baik sesuai dengan kemampuannya, kendatipun pola atau cara belajar bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi hasil belajar, namun yang jelas, pola atau cara belajar itu berpengaruh terhadap hasil belajar tersebut. Hal ini sesuai yang dikatakan Oemar Hamalik bahwa cara belajar yang dipergunakan (peserta didik) turut menentukan hasil belajar yang diharapkan. Cara yang tepat akan membawa hasil yang memuaskan, sedangkan cara yang tidak sesuai akan menyebabkan belajar itu kurang berhasil. Jadi dari hal tersebut dapat diinterpretasikan bahwa semakin tepat pola belajar seseorang berpeluang akan semakin baik pula hasilnya, sebaliknya semakin buruk pola belajar seseorang berpeluang akan semakin kurang pula hasilnya.

Metode pembelajaran atau sering digunakan istilah strategi belajar mengajar senantiasa mengalami dinamika dalam praktek dunia pendidikan. PTK dalam bentuk word Tidak terkecuali di negara Indonesia, dinamika tersebut terjadi dari masa ke masa seiring dengan kebijakan pemberlakuan kurikulum pendidikan mulai kurikulum 1975, 1984, 1994, 2004, dan KTSP 2006.

Dalam catatan sejarah pendidikan nasional, telah dikenal beberapa pendekatan atau strategi pembelajaran seperti SAS (Sintesis, Analisis, Sistematis), CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), CTL (Contextual Teaching and Learning), Life Skills Education, PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Penerapan PAIKEM dalam proses belajar mengajar, menekankan pada peserta didik untuk aktif, inovatif, kreatif, serta menyenangkan. Istilah menyenangkan dimaksudkan bahwa proses belajar mengajar harus berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mengesankan. Suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan akan mendorong semangat peserta didik untuk terlibat secara aktif, sehingga tujuan pembelajaran akan dapat tercapai secara maksimal.


B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana penerapan model pembelajaran Everyone Is A Teacher Here dalam pembelajaran PAI kelas VIII 2 pada materi macam-macam sujud (sujud sahwi, sujud syukur, dan sujud tilawah) ?
2. Apakah strategi pembelajaran berbasis PAIKEM tipe Everyone Is A Teacher Here dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI kelas VIII 2 di SMP Negeri 3 Empang ?

C. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kesalahan dalam mengartikan dan memahami pokok kajian penelitian ini, maka perlu dijelaskan batas-batas pengertian dan maksud dari penelitian ini. Sebagaimana disebutkan di atas bahwa judul penelitian ini adalah “Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran PAI pada Materi Macam-Macam Sujud melalui Strategi Pembelajaran Berbasis PAIKEM tipe Everyone Is A Teacher Here (Studi Tindakan Kelas VIII 2 di SMP Negeri 3 xxx”.
Adapun hal-hal yang perlu dijelaskan hingga terbentuk suatu pengertian yang utuh sesuai dengan maksud yang sebenarnya dari judul penelitian tersebut antara lain:
1. Upaya
Upaya diartikan sebagai usaha, akal, ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar dan sebagainya).
2. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik, Motivasi artinya mendorong kekuatan badan untuk berkemampuan, bersikap, berperilaku, bekerja dan bergerak. Dalam hal ini yaitu meningkatkan semangat belajar. Meningkatkan semangat belajar peserta didik sangat erat hubungannya dengan keinginan untuk belajar peserta didik di kelas. Keinginan atau wish adalah harapan untuk mendapatkan atau memiliki sesuatu yang dibutuhkan.
3. Belajar.
Menurut Muhibbin Syah bahwa belajar dapat difahami sebagai tahapan perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.
4. Pendidikan Agama Islam (PAI), ialah usaha yang lebih khusus ditekankan untuk mengembangkan fitrah keberagaman subyek peserta didik agar lebih mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam.
5. Strategi Pembelajaran Berbasis PAIKEM, adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Istilah Aktif, maksudnya pembelajaran adalah proses aktif membangun makna dan pemahaman dari informasi, ilmu maupun pengalaman peserta didik. Inovatif maksudnya dalam proses pembelajaran dimunculkan ide-ide dan inovasi baru. Kreatif maknanya bahwa pembelajaran adalah proses mengembangkan kreativitas peserta didik. Efektif berarti bahwa model pembelajaran apapun harus menjamin bahwa tujuan pembelajaran akan tercapai secara maksimal. Menyenangkan dimaksudkan bahwa proses pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang menyenangkan.
6. Model Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here, merupakan sebuah strategi yang mudah guna memperoleh partisipasi kelas yang besar dan tanggung jawab individu. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai seorang “pengajar” terhadap peserta didik lain.
7. Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki mutu praktek pembelajaran di kelasnya.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tidak terlepas dari pokok permasalahan di atas, maka tujuan penulisan PTK ini adalah:
1. Untuk menemukan format skenario pembelajaran PAI dengan model pembelajaran Everyone Is A Teacher Here.
2. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh model pembelajaran Everyone Is A Teacher Here dalam menumbuhkan semangat belajar dan hasil belajar peserta didik.
Hasil penelitian ini dapat memberi manfaat:
1. Secara teoritis
Dengan adanya penelitian ini, maka penulis dapat mengetahui konsep pendekatan strategi pembelajaran berbasis PAIKEM dengan model pembelajaran Everyone Is A Teacher Here khususnya dalam pembelajaran PAI pada materi macam-macam sujud (sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah) di sekolah yang penulis teliti yaitu di SMP Negeri 3 Empang.
2. Secara praktis
a. Adanya model pembelajaran yang dapat memberi nuansa baru bagi peserta didik untuk dapat semangat belajar dan dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran serta mampu menghadapi masalah-masalah baru dalam kehidupan yang semakin hari semakin beragam terutama dalam masalah beribadah.
b. Bagi guru, diperolehnya suatu kreativitas variasi pembelajaran yang sesuai dengan tuntunan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006) yang berdasarkan kurikulum 2004, yakni memberi banyak kreatifitas pada peserta didik dan pendidik sebagai fasilitator.
c. Bagi pengembang kurikulum, diperolehnya ketepatan implementasi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Jadi penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi seorang guru agar dapat mendidik para peserta didik secara maksimal, sehingga para peserta didik terdorong untuk semangat belajar yang akan berpengaruh positif terhadap hasil belajarnya.

Proposal PTK SMP Kelas 8

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Deskripsi data dan analisis penelitian tentang upaya meningkatkan semangat belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI pada materi macam‑ macam sujud melalui strategi pembelajaran berbasis PAIKEM model everyone is a teacher here di SMP Negeri 3 xxxx, dari bab I sampai IV maka pada akhir penulisan ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Sebagai upaya download lengkap PTK pai meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI pada materi macam-macam sujud (sujud sahwi, sujud syukur, dan sujud tilawah) dengan menggunakan model pembelajaran everyone is a teacher here dapat dilihat dari indikator peningkatan motivasi belajar peserta didik yaitu kesiapan serta aktivitas belajar peserta didik, perencanaan pembelajaran yang mencantumkan persiapan materi pembelajaran, penentuan waktu dan media pembelajaran, menyusun rancangan tindakan (Planning) secara tertulis dengan mencantumkan secara lengkap tentang langkah-langkah yang harus dilakukan pada proses pembelajaran, rencana penilaian selama proses berlangsung dan setelah akhir kegiatan pembelajaran. Setelah perencanaan, kemudian dilaksanakan, tugas guru selanjutnya adalah melakukan evaluasi yang dalam penelitian ini dilakukan dalam beberapa siklus.

2. Keberhasilan strategi contoh ptk kelas 8 pembelajaran berbasis PAIKEM dengan tipe everyone is a teacher here sebagai upaya untuk meningkatkan semangat belajar peserta didik kelas VIII 2 di SMP Negeri 3 Empang ditunjukkan dengan adanya perubahan dalam proses pembelajaran yaitu kesiapan dan keaktifan pada saat proses pembelajaran, juga ditunjukkan adanya peningkatan nilai skor tes akhir dari masing-masing siklus. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor yang dipresentasikan melalui pengamatan tentang semangat belajar peserta didik dengan indikator kesiapan dan keaktifan dalam proses pembelajaran. Prosentase peningkatan semangat

Belajar dari pra siklus, siklus 1 sampai siklus 2 yaitu dari 58,57 % meningkat menjadi 68,57 % dan sampai diatas rata-rata yang ditentukan yaitu 70 % yaitu: 80 %. Sedangkan peningkatan tes akhir dari pra siklus, siklus 1 sampai siklus 2 dapat dilihat dari nilai rata-rata pada masing­masing siklus yaitu 64 meningkat menjadi 74 dan sampai pada nilai rata-rata 79, peningkatan tersebut diatas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70. dengan peningkatan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI pada materi macam-macam sujud (sujud sahwi, sujud syukur, dan sujud tilawah) yang mempunyai dampak positif yaitu peningkatan nilai skor akhir di atas nilai ketuntasan minimal yaitu 70 maka strategi pembelajaran berbasis PAIKEM tipe everyone is a teacher here efektif diterapkan dalam pembelajaran PAI.

B. SARAN
Mengingat pentingnya meningkatkan semangat belajar peserta didik, maka peneliti mengharapkan beberapa hal yang berhubungan dengan masalah tersebut di atas sebagai berikut:
1. Guru PAI (Pendidikan Agama Islam)
a. Guru hendaknya berusaha melakukan penelitian perbaikan pembelajaran, terutama pada model pembelajaran everyone is a teacher here, perlu dikembangkan dan diimplementasikan untuk pokok bahasan yang lain.
b. Dalam pembelajaran PAI, peserta didik harus dilibatkan secara aktif baik secara teori maupun praktek.
c. Peserta didik dibiasakan untuk menyampaikan ide atau gagasan dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kepadanya. Baik tugas individu maupun kelompok.
2. Pihak Sekolah
a. Hendaknya seluruh pihak sekolah mendukung dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung
b. Memfasilitasi proses pembelajaran dengan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
c. Kepada semua pihak sekolah terutama para guru, sudah seharusnya meningkatkan kompetensi termasuk kompetensi profesional serta membekali diri dengan pengetahuan yang luas, karena sesungguhnya kompetensi yang dimiliki oleh guru sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran yang akhirnya akan dapat menghasilkan peserta didik yang berprestasi, berbudi pekerti luhur, dan berakhlaqul karimah yang mampu berdampak positif pada perkembangan dan kemajuan sekolah.

C. PENUTUP
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan PTK ini.
Dalam pembahasan-pembahasan PTK ini tentunya tidak luput dari kekurangan dan ketidaksempurnaan. Hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki. Saran-saran yang penulis ungkapkan di atas diharapkan menjadi koreksi dan bagian pertimbangan bagi semua guru di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peneliti berharap semoga PTK yang sederhana ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. proposal ptk smp kelas VIII

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.     Jakarta: Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, dan Supardi, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bina Aksara
Asrori, Muhammad. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Wacana Prima
Departemen Agama RI  2007 ” KTSP Mata Pelajaran AQIDAH AKHLAK”
Ibrahim, T.  2007. Membangun Akidah Akhlak KelasVII. Surakarta: Tiga Serangkai
Margono. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Roestiyah,N.K. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Yusmansyah, Taofik. 2008. Aqidah dan Akhlak. Bandung: Grafindo.
Zaini, Hisyam. Dkk. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan   Madani.


Terima kasih telah berkunjung di Asri Yulian Blog yang membahas Contoh Lengkap PTK PAI  kelas VIII SMP dan MTs. Semoga PTK Agama Islam ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.

Sabtu, 22 Oktober 2016

PTK MATEMATIKA SMP KELAS 8 DOC

PTK MATEMATIKA SMP KELAS 8 DOC-Jika anda tertarik dengan Contoh PTK Penelitian tindakan Kelas Matematika SMP, silahkan menghubungi kami. Kami siap memberikan anda kesempatan untuk melakukan pemilihan judul judul ptk sebelum membeli. Dan kami pun berharap PTK Matematika SMP berformat DOC/dokumen word dapat membatu kenaikan pangkat anda.

Halooo pembaca semua Saat ini kami akan tawarkan kepada bapak ibu guru yang menginginkan referensi PTK Matematika. Penawaran PTK SMP  Kelas 8 ini kami berikan dengan harga yang sangat terjangkau. Kondisi laporan PTK Matematika SMP sudah dalam bentuk ms word DOC dan siap untuk di edit.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas Matapelajaran Matematika SMP yang diberi judul “Penggunaan Alat Peraga Dengan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Luas Permukaan Dan Volum Bangun Ruang Di Kelas Viii.3 Smp Negeri 3 Empang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa Tahun Pelajaran 2015/2016”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK Metamatika Kelas 8 SMP DOC dalam bentuk Ms Word SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN PTK JUDUL DI ATAS).

jasa pembuatan PTK kurtilas


Download PTK Matematika SMP Doc

ABSTRAK

Penggunaan Alat Peraga dengan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Luas Permukaan dan Volum Bangun Ruang di kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Empang.
Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui penggunaan alat peraga dengan metode demonstrasi pada materi luas dan volum bangun ruang dan untuk mengetahui dapat tidaknya penggunaan alat peraga dengan metode demonstrasi meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi luas dan volum bangun ruang di kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Empang. ptk matematika smp kelas 8
Bangun ruang merupakan salah satu materi kelas VIII.3 yang sulit diterima oleh peserta didik, hal ini disebabkan karena rendahnya pemahaman materi, kurang berminatnya peserta didik dalam mengikuti pelajaran matematika, dan masih banyak ditemukan peserta didik di SMP Negeri 3 Empang  Al-Qur’an tidur pada saat pelajaran. Pada materi bangun ruang, peserta didik kesulitan dalam memahami maksud gambar dan bagian-bagiannya, kesulitan untuk mengingat rumus-rumus dan masih bingung menentukan rumus bangun ruang. PTK format DOC
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Pelaksanaan penelitian dibagi dalam tiga siklus yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II. Pada pra siklus, hasil belajar peserta didik diperoleh dari 1 tahun yang lalu. Untuk keaktifan peserta didik dalam prasiklus ini, peneliti juga melakukan observasi keaktifan peserta didik di kelas VIII.3 pada sub materi sifat-sifat dan jaring-jaring bangun ruang. Pada prasiklus guru belum menggunakan alat peraga dengan metode demonstrasi. Pada siklus I dan II terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil pengamatan dan refleksi akan dijadikan bahan rujukan untuk pelaksanaan siklus berikutnya. Sehingga proses dan hasil pelaksanaan siklus berikutnya diharapkan akan lebih baik dari siklus sebelumnya. Dari tiap siklus akan diukur keaktifan, hasil belajar dan ketuntasan hasil belajar peserta didik. PTK Tahun Pelajaran 2016
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pra siklus diperoleh rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar pada pra siklus adalah 57,14 dan 53,57%, sedangkan presentase keaktifan peserta didik adalah 41,96%. Setelah dilakukan siklus I nilai rata-rata kelas yang dicapai sebesar 70,18 dan ketuntasan 60,71%, sedangkan presentase keaktifan peserta didik adalah 56,43%. Secara garis besar pelaksanaan pembelajaran siklus I masih perlu diperbaiki agar terjadi peningkatan sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan yakni nilai rata-rata kelas >6.0 dengan ketuntasan klasikal 75%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas yang dicapai sebesar 85,36 dan ketuntasan 82,14%. Sedangkan presentase keaktifan peserta didik adalah 79,55%. Hasil pada siklus II menunjukkan peningkatan daripada siklus sebelumnya dengan indikator keberhasilan sudah terpenuhi. Download PTK.
Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik SMP Negeri 3 Empang kelas VIII.3 tahun pelajaran 2015/2016  pada materi luas dan volum bangun ruang. proposal ptk matematika smp kelas 7

Contoh PTK Matematika SMP Kelas 8 Pdf

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena dengan pendidikan diharapkan manusia dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kreatifitasnya. Keberhasilan di bidang pendidikan sangat ditentukan dalam proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar di kelas terdapat keterkaitan yang erat antara guru, peserta didik, kurikulum, sarana dan prasarana. Guru mempunyai tugas untuk memilih metode pembelajaran dan media pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pendidikan. laporan ptk matematika smp kelas 7 doc
Matematika merupakan suatu ilmu yang memiliki obyek abstrak, untuk keperluan penyampaian obyek-obyek matematika yang abstrak kepada peserta didik diperlukan suatu sistem penyampaian materi/obyek matematika. Sistem penyampaian ini, harus mempertimbangkan kesiapan/kematangan, kemampuan serta tingkat pengembangan intelektual peserta didik. contoh PTK Pdf.
Meskipun kurikulum sudah sering diganti, tetapi saat ini di SMP Negeri 3 Empang pembelajarannya masih menggunakan metode ceramah. Hal ini terbukti dari hasil wawancara dengan guru matematika kelas VIII.3 di sekolah tersebut pada tanggal 11 Oktober 2015, menyatakan bahwa tidak sedikit peserta didik yang sulit untuk memahami pelajaran matematika. Bangun ruang merupakan salah satu materi kelas VIII.3 yang sulit diterima oleh peserta didik, hal ini disebabkan karena rendahnya pemahaman materi, kurang berminatnya peserta didik dalam mengikuti pelajaran matematika dan masih banyak ditemukan peserta didik tidur pada saat pelajaran. Dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 3 Empang, khususnya pada materi bangun ruang, peserta didik kesulitan dalam memahami maksud gambar dan bagian-bagian dari bangun ruang, kesulitan untuk mengingat rumus-rumus bangun ruang dan masih bingung menentukan rumus bangun ruang dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru yang diakibatkan karena terlalu banyaknya rumus bangun ruang dan keabstrakan materi tersebut. Hal ini mengakibatkan hasil belajar peserta didik yang nilai rata-ratanya masih di bawah 6,0. Padahal batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan untuk materi bangun ruang di SMP Negeri 3 Empang adalah 6,0.  ptk smp pdf,
Untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik, maka diperlukan suatu strategi pembelajaran yang dapat membantu peserta didik untuk memahami dengan jelas jalannya suatu konsep pembelajaran dan mengkonkretkan materi yang abstrak. Pemilihan metode dan media pembelajaran dirasakan mempunyai peran strategis dalam upaya mendongkrak keberhasilan proses belajar mengajar khususnya pada materi bangun ruang, karena penggunaan metode yang tepat akan turut menentukan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Pembelajaran perlu dilakukan sedikit ceramah dan metode-metode yang berpusat pada guru serta lebih menekankan pada interaksi peserta didik. Penggunaan metode yang bervariasi akan sangat membantu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Faktor guru dan cara mengajarnya tidak dapat terlepas dari ada tidaknya dan cukup tidaknya alat-alat pembelajaran yang tersedia di sekolah. Sekolah yang cukup memiliki alat-alat dan perlengkapan yang diperlukan untuk belajar ditambah dengan cara mengajar yang baik dari gurunya, kecakapan guru dalam memanfaatkan alat-alat itu, akan mempermudah dan mempercepat belajar peserta didik. Penelitian tindakan kelas kelas 8
Pembelajaran matematika pada materi bangun ruang sangat dibutuhkan kemampuan abstraksi dari peserta didik untuk mempelajarinya. Materi yang abstrak memerlukan dukungan media yang mampu mengkonkretkan materi, karena tidak mudah untuk membayangkan benda dalam bangun ruang yang hanya dituangkan dalam penampang bangun datar. Sehingga urutan yang terstruktur dalam proses perangkaian untuk menjadi bangun ruang sangat membantu dalam menganalogkan proses terbentuknya bangun ruang. Penggunaan alat peraga dengan metode demonstrasi dapat merangsang peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajaran. Karena dengan alat peraga rasa ingin tahu peserta didik semakin bertambah sehingga peserta didik dapat memperhatikan penjelasan tentang materi yang disampaikan, ada kemauan untuk mencatat penjelasan dari guru, aktif bertanya, berani menjawab soal dan mampu mengerjakan tugas yang telah diberikan. Sehubungan dengan hal ini, maka penggunaan alat peraga dengan metode demonstrasi dapat digunakan sebagai jembatan guna mengatasi kesulitan dalam mempelajari materi bangun ruang. download contoh ptk matematika
Metode demonstrasi merupakan suatu metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Sedangkan alat peraga matematika adalah suatu perangkat benda konkret yang dirancang, dibuat, dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep¬konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika. Dengan menggunakan alat peraga pada materi bangun ruang, peserta didik dapat memperagakan atau mempertunjukan proses terbentuknya bangun ruang dan rumus-rumus bangun ruang. Alat peraga ini merupakan alat bantu dengan tiga dimensi yaitu alat bantu pembelajaran yang dapat dimanipulasi. Metode dan media pembelajaran (alat peraga) ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik. Dengan menggunakan alat peraga dan metode demonstrasi ini diharapkan peserta didik akan terlihat aktif dalam mempelajari materi Bangun Ruang, sehingga akan berdampak pada hasil belajar yang meningkat. Dengan demikian, berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka judul yang dipilih adalah ”PENGGUNAAN ALAT PERAGA DENGAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI LUAS DAN VOLUM BANGUN RUANG DI KELAS VIII.3 SMP NEGERI 3 EMPANG”. proposal ptk matematika
B. Penegasan Istilah
Adapun hal-hal yang perlu dijelaskan hingga berbentuk suatu pengertian yang utuh sesuai dengan maksud yang sebenarnya dari judul penelitian tersebut antara lain.
1. Penerapan adalah pemanfaatan, perihal, mempraktikkan.
2. Alat peraga adalah alat-alat atau perlengkapan yang digunakan oleh seorang guru dalam mengajar. Dalam penelitian ini, alat peraga yang dimaksud adalah alat peraga dimensi tiga yang berbentuk kubus, balok, prisma dan limas.
3. Metode demonstrasi adalah suatu metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan.
4. Meningkatkan : menaikkan, mempertinggi.
5. Keaktifan : keaktifan berasal dari kata aktif yang artinya dinamis dan bertenaga; giat melakukan sesuatu. Sedangkan keaktifan : kegiatan; kesibukan. Yang dimaksud dengan keaktifan disini adalah peserta didik memperhatikan penjelasan guru, menyalin penjelasan yang telah disampaikan, aktif bertanya, menjawab pertanyaan guru dan mengerjakan tugas yang telah diberikan guru.
6. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melakukan kegiatan belajar. Dalam penelitian ini, peserta didik dinyatakan berhasil apabila dalam materi luas permukaan dan volum bangun ruang rata-rata nilai hasil tes di atas hasil ketuntasan yaitu 6,0 dan ketuntasan belajar klasikal dinyatakan berhasil jika prosentase peserta didik yang tuntas belajar atau nilai peserta didik lebih besar atau sama dengan 75% dari jumlah peserta didik di kelas
7. Materi pokok bangun ruang merupakan materi SMP kelas VIII.3 semester II. Adapun standar kompetensinya adalah memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya serta menentukan ukuran-ukurannya. Sedangkan kompetensi dasarnya adalah menghitung luas permukaan dan volum kubus, balok, prisma dan limas.
Jadi, penelitian dengan judul ”Penggunaan Alat Peraga dengan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar pada Materi Luas dan Volum Bangun Ruang”, berarti dalam penelitian akan berusaha memberikan upaya dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi luas dan volum bangun ruang dengan cara merubah metode pengajarannya. Yang awalnya hanya menggunakan metode ceramah, namun kali ini akan menerapkan alat peraga dengan metode demonstrasi.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dapat dimunculkan rumusan masalah sebagai berikut.
1. Bagaimanakah penggunaan alat peraga Dimensi Tiga dengan metode demonstrasi pada materi luas dan volum bangun ruang Kelas VIII.3 di SMP Negeri 3 Empang?
2. Bagaimanakah keaktifan dan hasil belajar peserta didik SMP Negeri 3 Empang pada materi luas dan volum bangun ruang setelah diterapkan alat peraga Dimensi Tiga dengan metode demonstrasi?

D. Tujuan Penelitian
Penelitian tindakan berbasis kelas yang akan dilaksanakan ini mempunyai tujuan sebagai berikut.
1. Menemukan langkah-langkah pembelajaran matematika dengan menerapkan alat peraga Dimensi Tiga dengan metode demonstrasi pada materi luas dan volum bangun ruang kelas Kelas VIII.3 di SMP Negeri 3 Empang.
2. Pembelajaran dengan menerapkan alat peraga Dimensi Tiga dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi bangun ruang kelas Kelas VIII.3 di SMP Negeri 3 Empang.

Baca Juga

CONTOH PTK PENELITIAN TINDAKAN KELAS MATEMATIKA SMP LENGKAP


E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian tindakan kelas yang diharapkan adalah.
1. Bagi peserta didik SMP Negeri 3 Empang
a. Meningkatkan aktifitas belajar peserta didik.
b. Hasil belajar peserta didik kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Empang, dalam mata pelajaran matematika khususnya pada materi luas dan volum bangun ruang dapat meningkat.
2. Bagi guru SMP Negeri 3 Empang
a. Membantu guru dalam memvisualisasikan pelajaran matematika yang sifatnya sangat abstrak dalam bentuk konkret.
b. Mendapatkan gambaran yang jelas tentang upaya meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik dalam materi luas dan volum bangun ruang dengan menerapkan alat peraga Dimensi Tiga dengan metode demonstrasi kelas VIII.3 di SMP Negeri 3 Empang.
3. Bagi pihak sekolah
Dengan hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran dan kinerja guru sehingga berdampak pada hasil belajar peserta didik dan kualitas sekolah akan semakin meningkat.
4. Bagi Peneliti
a. Memberikan wawasan baru kepada peneliti tentang cara yang efektif dalam menerapkan alat peraga Dimensi Tiga dengan metode demonstrasi.
b. Mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Judul PTK Matematika SMP Kelas  8

BAB III
METODE PENELITIAN


A. Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau action research secara sederhana action research dapat diartikan sebagai kegiatan penelitian untuk mendapatkan kebenaran dan manfaat praktis dengan cara melakukan tindkan secara kolaboratif dan partisipasif. “Kolaborasi adalah adanya kerjasama antara berbagai disiplin ilmu, keahlian dan profesi dalam memecahkan masalah, merencanakan, melaksanakan kegiatan, dan melakukan penilaian akhir”. Disini kolaborasi menjadi hal yang penting dalam penelitian tindakan kelas (PTK). Sebab salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi atau kerjasama antara praktisi dan peneliti dalam pemahaman, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan tindakan (action). download ptk matematika smp doc.

B. Subyek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Empang. Adapun subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII.3. Jumlah peserta didik dalam kelas tersebut adalah 25 peserta didik. contoh ptk matematika smp pdf,

C. Tempat Pelaksanaan dan Waktu Penelitian
Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Empang. Sedangkan waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari dan Maret tahun 2016.

D. Kolaborator dan Pelaksana
Kolaborator dalam penelitian tindakan kelas adalah orang yang membantu untuk mengumpulkan data-data tentang penelitian yang dikerjakan bersama-sama dengan peneliti. Kolaborator dalam penelitian ini adalah guru matematika kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Empang dengan satu teman yang mengambil dokumentasi pembelajaran pada tiap siklus. Sedangkan pelaksana adalah orang yang menerapkan pembelajaran yang sedang diteliti. Dalam penelitian ini pelaksana pembelajaran adalah peneliti sendiri.

E. Metode Pengumpulan Data
1. Sumber data
Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik, guru, dan peneliti.
2. Jenis data
Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif yang terdiri dari.
1. Data tentang pelaksanaan pembelajaran oleh guru.
2. Data tentang keaktifan peserta didik.
3. Data tentang hasil evaluasi belajar peserta didik. proposal ptk matematika smp kelas 7
3. Cara pengambilan data
1. Interview (wawancara)
Wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak, berhadapan muka, dan dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode wawancara sebagai observasi awal sebelum mengadakan penelitian untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh peneliti.
2. Dokumentasi
Dokumentasi dari asal kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya. Metode dokumentasi ini digunakan untuk mendapatkan daftar nama-nama peserta didik yang akan menjadi sampel dalam penelitian dan untuk mendapatkan data nilai serta rekaman kegiatan pada saat pembelajaran dalam bentuk gambar. ptk matematika smp kelas 9 doc,

3. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam belajar matematika khususnya pada materi luas dan volum bangun ruang.
4. Lembar kerja
Lembar kerja berupa soal-soal yang berkaitan dengan materi luas dan volum bangun ruang yang diberikan peserta didik pada siklus I dan siklus. Lembar kerja juga dipakai untuk mengetahui keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran.
5. Observasi/pengamatan
Observasi adalah suatu cara untuk mengadakan evaluasi dengan jalan pengamatan secara langsung menggunakan lembar pengamatan. Lembar pengamatan ini digunakan untuk pengambilan data guru selama proses kegiatan pembelajaran apakah sudah sesuai dengan skenario pembelajaran dalam menerapkan alat peraga Dimensi Tiga dengan metode demonstrasi dan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. ptk matematika smp kelas 8 pdf,
F. Metode Penyusunan Instrumen
1. Lembar Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Penbelejaran (RPP) pada siklus I dan siklus II dibuat berdasarkan format yang disyaratkan dalam KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Di dalam RPP tertuang skenario pembelajaran matematika materi Luas dan Volum Bangun Ruang dengan penggunaan alat peraga Dimensi Tiga dengan metode demonstrasi.
2. Lembar observasi
Lembar observasi disusun untuk melihat aktifitas yang dilakukan oleh peserta didik dan pendidik selama proses pembelajaran, untuk melihat sejauh mana pelaksanaan pembelajaran apakah sudah sesuai dengan RPP atau belum. Lembar observasi dibuat dalam dua bentuk yaitu lembar observasi untuk peserta didik dan lembar observasi untuk pendidik.
3. Tugas individu
Tugas Individu diberikan di akhir pembelajaran dan dikerjakan di dalam kelas yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik dapat menyerap materi yang dipelajari selama proses pembelajaran. Tugas Individu juga diberikan dalam bentuk soal uraian
4. Evaluasi Akhir
Evaluasi akhir dilakukan pada akhir siklus I, dan siklus II. Evaluasi akhir pada siklus I dipakai untuk mengukur keberhasilan sementara pembelajaran dengan penggunaan alat peraga Dimensi Tiga dengan metode demonstrasi, yang dibandingkan dengan hasil belajar pada pra siklus dan sebagai evaluasi untuk refleksi siklus II. Sedangkan evaluasi pada siklus II untuk melihat keberhasilan penggunaan alat peraga Dimensi Tiga dengan metode demonstrasi.
G. Rancangan Penelitian ptk matematika smp kelas 8, semester 2
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau sering disebut Classroom Action Research. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian tentang hal-hal yang terjadi di kelompok sasaran dan hasilnya langsung dapat diimplementasikan pada kelompok yang bersangkutan dengan ciri utama adanya partisipasi dan kolaborasi antara peneliti dengan anggota kelompok sasaran. Dalam pelaksanaannya peneliti akan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran. Peneliti sebagai pelaku penelitian dan guru mata pelajaran menjadi pengamat. Pada pelaksanaannya terdapat beberapa kegiatan yang terangkum dalam beberapa siklus.
Pelaksanaan penelitian ini dengan model yang dibuat oleh John Elliot. Sebagaimana gambar di bawah ini. laporan ptk matematika smp kelas 7 doc,

Penelitian ini dilakukan berdasarkan pra siklus dan siklus, yang terdiri atas dua siklus yang direncanakan. Setiap siklus terdiri dari empat kegiatan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi dengan pro sedur sebagai berikut.
a. Pra Siklus
Dalam pra siklus ini peneliti mewawancarai guru matematika kelas VIII.3 di SMP Negeri 3 Empang khususnya pada materi luas dan volum bangun ruang dan meminta data hasil kegiatan pembelajaran materi luas dan volum bangun ruang peserta didik kelas VIII2 tahun pelajaran 2015/2016. Sesuai hasil wawancara, pelaksanaan pembelajaran pada materi luas dan volum bangun ruang di kelas VIII.3 di SMP Negeri 3 Empang tahun pelajaran 2015/2016 masih menggunakan metode konvensional dan peserta didik kurang aktif dalam mengikuti pelajaran.
Untuk mengetahui tingkat keaktifan peserta didik, peneliti akan mengamati pembelajaran matematika pada sub materi unsur-unsur dan jaring-jaring bangun ruang, yang dalam pembelajarannya belum menggunakan alat peraga Dimensi Tiga dan metode demonstrasi. Hal ini dilakukan sebagai dasar untuk membandingkan keberhasilan pembelajaran yang menerapkan alat peraga Dimensi Tiga dengan metode demonstrasi pada siklus I dan siklus II.
b. Siklus I judul ptk matematika smp kurikulum 2013
pelaksanaan siklus I dari penelitian tindakan kelas ini dimulai pada 24 Februari 2016 sampai dengan 03 Maret 2016 dengan mengambil tempat di VIII.3.
Tabel 2
Jadwal kegiatan siklus I sebagai berikut:
No Hari dan Tanggal Waktu Kelas Kegiatan
1 24 Februari 2016 07.00 – 08.20 VIII.3 Pembelajaran
materi luas
permukaan kubus
dan balok
2 26 Februari 2016 10.00 – 11.20 VIII.3 Pembelajaran
materi luas
permukaan limas
dan prisma
3 03 Maret 2016 07.00 – 08.20 VIII.3 Evaluasi siklus I
dan pendalaman
materi
1) Perencanaan
Dalam tahap perencanaan hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut.
a) Peneliti menentukan peserta didik yang akan menjadi obyek penelitian.
b) Peneliti mempersiapkan materi luas permukaan bangun ruang, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). contoh ptk matematika smp pdf
c) Peneliti menyiapkan alat peraga bangun ruang, yaitu alat peraga Dimensi Tiga.
d) Menyusun lembar kegiatan peserta didik yang berkaitan dengan materi luas permukaan bangun ruang.
e) Menyiapkan lembar kerja observasi yaitu pengamatan terhadap kegiatan belajar peserta didik (keaktifan) di kelas dan pelaksanaan pembelajaran oleh guru.
f) Menyiapkan absensi untuk melihat dan mengamati keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran dengan penggunaan alat peraga Dimensi Tiga dan metode demonstrasi.
2) Tindakan
Peneliti dengan didampingi guru mitra melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disiapkan oleh peneliti. Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan alat peraga Dimensi Tiga dan metode demonstrasi pada siklus I ini secara garis besar adalah sebagai berikut
h) Guru membuka pelajaran kemudian mengontrol kehadiran peserta didik.
i) Guru memberikan apersepsi tentang materi luas permukaan bangun ruang dengan mengaplikasikan materi dalam kehidupan sehari-hari. download ptk matematika smp doc
j) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran luas permukaan bangun ruang.
k) Guru menjelaskan pada peserta didik bahwa akan menerapkan alat peraga Dimensi Tiga dengan metode pembelajaran demonstrasi pada materi luas permukaan bangun ruang.
l) Guru membagikan Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) pada peserta didik yang dikerjakan pada saat guru melakukan demonstrasi.
m) Guru menjelaskan materi luas permukaan bangun ruang dengan mendemonstrasikan alat peraga Dimensi Tiga. contoh proposal matematika
n) Peserta didik menyimpulkan rumus luas permukaan bangun ruang dengan bimbingan guru.
o) Guru memberikan latihan sebagai bentuk koreksi dan evaluasi dalam pembelajaran luas permukaan bangun ruang untuk diselesaikan secara individu.
p) Guru memberikan tes formatif sebagai tes akhir siklus I pada materi luas permukaan bangun ruang.

3) Pengamatan
a) Guru secara partisipatif mengamati jalannya proses pembelajaran.
b) Guru mengamati setiap kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik.
c) Guru memberikan penilaian untuk masing-masing peserta didik tentang indikator keaktifan.
d) Guru mengamati adakah permasalahan yang dihadapi peserta didik, pada bagian-bagian mana mereka mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. judul proposal ptk matematika
e) Guru mengamati hasil evaluasi akhir apakah sudah di atas ketuntasan belajar.
f) Peneliti mengamati keberhasilan dan hambatan-hambatan yang dialami dalam proses pembelajaran yang belum sesuai dengan harapan penelitian.
4) Refleksi
a) Secara kolaboratif, guru dan peneliti menganalisis dan mendiskusikan hasil pengamatan. Selanjutnya membuat suatu refleksi mana yang perlu dipertahankan dan mana yang perlu diperbaiki untuk siklus II nantinya. ptk matematika kelas 8
b) Membuat simpulan sementara terhadap pelaksanaan siklus I
b. Siklus II
Pelaksanaan siklus II dari penelitian tindakan kelas ini dimulai pada 05 Maret 2016 sampai dengan 10 Maret 2016 dengan mengambil tempat yang sama dengan siklus I.
Tabel 3 kelas 8 smp semester 2
Jadwal kegiatan siklus II sebagai berikut:
No Hari dan Tanggal Waktu Kelas Kegiatan
1 05 Maret 2016 10.00 – 11.20 VIII.3 Pembelajaran
materi volum
kubus dan balok
2 09 Maret 2016 07.00 – 08.20 VIII.3 Pembelajaran
materi volum
limas dan prisma
3 10 Maret 2016 10.00 – 10.40 VIII.3 Evaluasi siklus II

1) Perencanaan
Untuk pelaksanaan siklus II secara teknis sama dengan siklus I. Langkah- langkah dalam siklus II ini yang perlu ditekankan dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi adalah sebagai berikut:
a) Penyempurnaan pelaksanaan siklus I.
b) Penyusunan perencanaan kegiatan siklus II.
c) Penyiapan materi untuk kegiatan siklus II dengan materi volum bangun ruang.
2) Pelaksanaan
a) Melaksanakan KBM sesuai dengan rencana tindakan siklus II.
b) Metode pembelajaran sama dengan pembelajaran pada siklus I.
3) Pengamatan
Guru dan peneliti melakukan pengamatan yang sama pada siklus II.
4) Refleksi
Refleksi pada siklus II ini dilakukan untuk menyempurnakan pembelajaran dengan menerapkan alat peraga Dimensi Tiga dan metode demonstrasi yang diharapkan dapat menumbuhkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran.
H. TEKNIK ANALISIS DATA
Data hasil pengamatan penelitian ini dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dengan metode demonstrasi.
Data penelitian yang terkumpul, setelah ditabulasi kemudian dianalisis untuk mencapai tujuan penelitian. Adapun langkah-langkahnya adalah:
1. Data kuantitatif diolah dengan menggunakan deskriptif persentase. Nilai yang diperoleh dirata-rata untuk ditemukan keberhasilan individu dan keberhasilan klasikal sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.
a. Menghitung rata-rata.
Untuk menghitung nilai rata-rata digunakan rumus :

Keterangan:
x = rata-rata nilai.
x = jumlah seluruh nilai.
N = jumlah peserta didik.
b. Menghitung Ketuntasan Belajar Klasikal
Data yang diperoleh dari hasil belajar dapat ditentukan ketuntasan belajar klasikal menggunakan analisis deskriptif persentase dengan perhitungan:

Ketuntasan belajar klasikal dinyatakan berhasil jika prosentase peserta didik yang tuntas belajar atau nilai peserta didik lebih besar atau sama dengan 75% dari jumlah seluruh peserta didik di kelas.
2. Data kualitatif data yang berupa informasi berbentuk kalimat. Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus PTK dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dengan metode demonstrasi. Keberhasilan dalam pembelajaran ditandai dengan semakin meningkatnya keaktifan yang diperoleh melalui hasil belajar.
a. Perhitungan persentase pengelolaan pembelajaran oleh guru:

b. Perhitungan persentase keaktifan peserta didik. download penelitian tindakan kelas doc


I. INDIKATOR KEBERHASILAN
1. Indikator keaktifan dalam penelitian ini adalah apabila keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran meningkat ditandai dengan 75% peserta didik aktif dalam pembelajaran.
2. Tercapainya tujuan yang kedua yaitu meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Empang dalam materi luas dan volum bangun ruang, yang ditandai dengan rata-rata nilai hasil tes di atas hasil ketuntasan yaitu 6,0 dan ketuntasan belajar klasikal dinyatakan berhasil jika prosentase peserta didik yang tuntas belajar atau nilai peserta didik lebih besar atau sama dengan 75% dari jumlah peserta didik di kelas.contoh ptk matematika smp

Judul PTK Matematika SMP Kelas 8 Kurikulum 2013

DAFTAR PUSTAKA



Abdurrohman, Mulyono, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2003.
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, edisi revisi, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004.
Ali, Muhammad, Guru dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2004.
Al Barry, Dahlan, Kamus Ilmiah Populer, Surabaya: Arkola, 1994.
Al-Maragi, Ahmad Musthofa, Terjemah Tafsir Al-Maragi, Semarang: PT. Toha Putra, 1992.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003, Cet. 5.
Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2008.
Departemen Agama RI, Al-Qur¶an dan Terjemahannya, Jakarta: PT. Bumi Restu, 1975.
Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: PT.Balai Pustaka,2005.
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006.
Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
Hasil Karya Mahasiswa, Mata Kuliah Workshop Pendidikan Matematika, Semarang : Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 2008.
Hidayah, Isti, (Analisis Kurikulum Matematika Madrasah Ibtidaiyah (MI)), Modul Matematika; Training Of Trainer (TOT) Pembuatan dan Pemanfaatan Alat Peraga Bagi Guru Pamong KKG MI Provinsi Jateng, (Semarang: MDC Jateng, 2007.
Hudaya, Herman, Strategi Belajar Matematika, Malang: Angkasa Raya, 1990.
Isti dan Sugiarto, Media Visual (Alat Peraga) Pembelajaran Matematika di Madrasah ibtidaiyyah, Modul Matematika; Training Of Trainer (TOT) Pembuatan dan Pemanfaatan Alat Peraga bagi Guru Pamong KKG MI Provinsi Jateng, Semarang: MDC Jateng, 2007.
Karwati, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa melalui Implementasi Metode Demonstrasi dengan Menggunakan Alat Peraga Tangram pada Pokok Bahasan Luas Bangun Datar di Kelas V SDN SaptamargaI A Jl. Tamtama Barat VI RT 07/R W 09 Kecamatan Banyumanik Kota Semarang, Semarang: Universitas Negeri Semarang, Fakultas MIPA, 2006.
Mulyasa, E., Kurikulum Berbasis Kompetensi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.
, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.
, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.
Muslich, Masnur, KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008.
Nasution, Didaktik Asas-asas Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
Ningsih, Sri Wahyu, Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik dalam Menyelesaikan Soal Pengurangan dengan Teknik Meminjam Bilangan 50 sampai 100 menggunakan Metode Demonstrasi dengan Memanfaatkan Alat Peraga Kantong Nilai Tempat Pada Siswa kelas 1 Semester I SD Tembalang 01 Kecamatan Banyumanik Kota Semarang Tahun Pelajaran 2006/200 7, Semarang: Universitas Negeri Semarang, Fakultas MIPA, 2006.
Purwanto, M. Ngalim, Psikologi Pendidikan, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya , 2007.
Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.
Sitorus, Ronald, Bimbingan Pemantapan Matematika SMP/MTs, Bandung:CV.Yrama Widya, 2007.
Skinner, Charles E., Educational Psychologi, Tokyo: Maruzen Company LTD, 1958.
Subyantoro, Penelitian Tindakan Kelas, Semarang: CV. Widya Karya, 2009. Sudijono, Anas , Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo, 2008. Sudjana, Metode Statistika, Bandung: Tarsito, 1996.
Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002.
Suhito, (strategi Pembelajaran Matematika Madrasah Ibtidaiyah(MI)), Modul Matematika;Training of trainer (TOT) Pembuatan dan Pemanfaatan Alat Bagi Guru Pamong KKG MI Provinsi Jateng, Semarang: MDC Jateng, 2007.
Sukmadinata, Nana Syaodah, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2004.
Suyitno, Amin, Bahan Pelatihan Pelatihan Pelatihan Sertifikasi Guru-guru Pelajaran Matermatika di SMP: Pemilihan Model-model Pembelajaran dan Penerapannya di SMP, Semarang: UNNES, 2005.
Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: Rosdakarya, 2006.
Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher, 2007.
Uno, Hamzah B., Model-model Pembelajaran, Jakarta: Bumi aksara, 2008.


Terima kasih telah berkunjung di Asri Yulian Blog yang membahas PTK MATEMATIKA SMP KELAS 8 DOC. Semoga PTK Matematika ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.